DPRD Kutim Siapkan Strategi Antisipasi Penurunan APBD 2026
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kutai Timur – Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kutai Timur (Kutim), Pandi Widiarto, menegaskan bahwa pihaknya bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi kemungkinan turunnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026. Langkah ini dilakukan agar pembangunan daerah tetap berjalan dan tidak terhambat oleh keterbatasan fiskal.
Menurut Pandi, penurunan APBD menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dan DPRD. Karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis dan efisien agar setiap program prioritas tetap terlaksana sesuai rencana.
“Hal yang baru yang kita harus siapkan strateginya adalah bagaimana mengantisipasi ketika memang APBD turun. Nanti kami di Banggar juga tentu punya strategi-strategi khusus bagaimana supaya pembangunan di Kutai Timur tetap survive,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).
Ia menjelaskan, strategi tersebut mencakup upaya mendorong peningkatan pendapatan daerah melalui sumber-sumber baru yang potensial, serta memperkuat efisiensi pada sektor belanja pemerintah.
“Kita tidak boleh hanya bergantung pada transfer pusat. DPRD bersama pemerintah daerah akan mencari solusi agar pos pendapatan bisa lebih optimal,” tambahnya.
Pandi juga menegaskan bahwa semangat pembangunan harus tetap dijaga, meskipun kondisi fiskal mengalami tekanan. Menurutnya, penurunan APBD bukan alasan untuk mengurangi komitmen terhadap pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kutim.
“Kita ingin agar masyarakat tetap merasakan hasil pembangunan, baik di tingkat desa, kecamatan, maupun kabupaten. Banggar tentu akan melakukan pembahasan mendalam dengan TAPD agar setiap kebijakan anggaran bisa diarahkan pada sektor-sektor prioritas. Yang paling penting adalah kita tidak boleh stuck,” ucapnya.
Dalam kondisi penurunan APBD, Pandi juga mendorong adanya kebijakan efisiensi di setiap perangkat daerah tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik. Ia berharap setiap anggaran yang digunakan bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pandi menambahkan bahwa pengalaman menghadapi dinamika anggaran di tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi DPRD Kutim.
“Kita pernah mengalami situasi serupa di masa lalu, tapi daerah tetap bisa bertahan karena adanya komitmen dan strategi Bersama. Yang penting kita tetap punya semangat, punya arah yang jelas, dan tetap menjaga prioritas agar Kutai Timur bisa terus maju,” pungkas Pandi.(Adv/DPRD)
![]()
- Penulis: Redaksi