Dana RT 2025 Difokuskan untuk Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan Ekonomi Warga
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kutai Timur – Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPemdes) Kutai Timur, Muhammad Basuni, menegaskan bahwa Dana Bantuan Keuangan Desa (BanKeuDes) yang dialokasikan untuk setiap RT sebesar Rp250 juta pada tahun 2025 memiliki empat tujuan utama yang harus dipastikan realisasinya di lapangan. Ia menyebut program tersebut menjadi salah satu instrumen penting pemerintah kabupaten dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga tingkat terbawah.
Basuni menjelaskan bahwa dana RT itu dirancang untuk mendukung empat sasaran. “Yang pertama untuk pengentasan kemiskinan, yang kedua akselerasi pemenuhan kebutuhan dasar, yang ketiga peningkatan ekonomi masyarakat, dan yang keempat untuk menurunkan angka stunting,” ujarnya,Selasa (18/11/2025)
Menurutnya, empat fokus tersebut menjadi indikator kunci yang harus dijalankan oleh setiap pengurus RT saat menggunakan dana tersebut.Ia menegaskan bahwa peruntukan dana RT sangat luas dan tidak terbatas pada pembangunan fisik saja. Pelatihan-pelatihan pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi warga, hingga penyediaan akses dasar yang belum terpenuhi juga dapat dibiayai melalui program ini.
“Peruntukannya banyak sekali. Tidak hanya fisik, tapi juga kegiatan pelatihan dan peningkatan kapasitas masyarakat,” tambah Basuni.
Di dalam struktur alokasi, sekitar lima persen dari total anggaran RT dapat digunakan untuk operasional kelembagaan RT agar pelaksanaan program berjalan efektif. Penggunaan operasional ini, kata Basuni, juga harus tetap mempertimbangkan urgensi dan kebutuhan yang benar-benar mendukung pencapaian empat sasaran utama.
Basuni memastikan BPemdes akan melakukan pendampingan serta pengawasan agar realisasi di lapangan sesuai tujuan dan tidak menyimpang dari pedoman program. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa juga harus terlibat aktif dalam memastikan dana itu tepat sasaran dan mampu memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana dana itu benar-benar memberikan manfaat langsung bagi warga. Empat tujuan utama itu harus menjadi fokus dan ukuran keberhasilan program ini,” tutupnya.(Adv/Kominfo)
![]()
- Penulis: Redaksi


