Breaking News
light_mode
Beranda » Advetorial » 32 Proyek Multiyears DPRD Kutim Senilai Rp2,1 Triliun, Infrastruktur Jadi Prioritas

32 Proyek Multiyears DPRD Kutim Senilai Rp2,1 Triliun, Infrastruktur Jadi Prioritas

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kutai Timur – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Jimmi, mengungkapkan bahwa setidaknya 32 usulan proyek telah diajukan dalam pembahasan awal proyek tahun jamak atau multiyears (MY) pertama. Meski demikian, Jimmi menyebut jumlah usulan ini masih sangat mungkin untuk berkurang seiring proses pembahasan, Kamis (20/11/2025).

Usulan proyek yang mencapai puluhan item tersebut, jelas Jimmi, sebagian besar datang dari dorongan anggota DPRD yang membawa aspirasi dari daerah pemilihan (Dapil) masing-masing. Mereka mendorong pembangunan yang menjadi prioritas kebutuhan masyarakat, terutama dalam sektor infrastruktur.

“Mayoritas usulan DPRD itu adalah infrastruktur. Proyek MY ini sifatnya tiga tahun anggaran,” ujar Jimmi usai pembahasan di Kantor DPRD Kutim.

Salah satu usulan spesifik yang didorong adalah pengembangan Stadion Kudungga. Kawasan stadion ini memiliki luas lebih dari 50 hektar yang pemanfaatannya dinilai belum maksimal. Pengembangan ini bertujuan untuk penataan yang lebih baik, termasuk memaksimalkan area yang masih berupa lahan batu merah agar dapat digunakan optimal oleh masyarakat.

Terkait anggaran, Jimmi memperkirakan 32 item pekerjaan tersebut akan menghabiskan dana sekitar Rp2,1 triliun. Angka ini masih berupa simulasi dan diperkirakan masih bisa turun.

“Nilai Rp2,1 triliun itu masih berupa simulasi. Jumlah riilnya nanti sangat tergantung persetujuan DPRD, setelah Pemerintah memformulasikan sesuai dengan yang disetujui,” jelasnya.

Jimmi menambahkan bahwa proses selanjutnya akan melalui revisi dan pembahasan lanjutan. Perkembangan final akan diputuskan dalam rapat pembahasan berikutnya, di mana akan dilihat seberapa optimal usulan masyarakat tersebut dapat disetujui dan dilaksanakan.

Lebih lanjut, Jimmi menegaskan bahwa rencana pembangunan kantor instansi vertikal tidak masuk dalam program multiyears ini. “Pembangunan Kantor Instansi Vertikal tidak ada yang masuk MY. Masuknya di kontrak tahunan saja. Tahun depan memang ada,” tutupnya.(Adv/DPRD)

Loading

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggaran Pilkades di BPKAD – Besaran Bervariasi Berdasarkan Usulan

    Anggaran Pilkades di BPKAD – Besaran Bervariasi Berdasarkan Usulan

    • calendar_month Senin, 21 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/, Sangatta – Anggaran Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang akan berlangsung di 77 Desa pada 17 Kecamatan di Kutai Timur langsung diproses oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), yang sebelumnya berdasarkan usulan tiap-tiap desa yang menyelenggarakan. Hal ini diterangkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Yuriansyah T pada Senin […]

  • Pandi Widiarta Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga Desa Swarga Bara di Reses Perdana

    Pandi Widiarta Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga Desa Swarga Bara di Reses Perdana

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SANGATTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Pandi Widiarto, melaksanakan reses perdananya di Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, pada Kamis (14/11/2024). Reses ini dimanfaatkan Pandi untuk mendengarkan langsung aspirasi dan keluhan masyarakat setempat. Dalam pertemuan yang dihadiri oleh warga dan tokoh masyarakat, sejumlah isu utama diangkat, mulai dari infrastruktur jalan, […]

  • Buaya Muncul di Tengah Banjir Bengalon, Bocah dan Lansia Jadi Korban

    Buaya Muncul di Tengah Banjir Bengalon, Bocah dan Lansia Jadi Korban

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/,KUTIM – Seekor buaya tiba-tiba muncul di tengah banjir yang merendam permukiman warga di Desa Sepaso Barat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Selasa 17/2/2026, sekitar pukul 13.00 WITA. Kemunculan satwa liar tersebut mengakibatkan seorang bocah dan seorang lansia mengalami luka gigitan. Korban diketahui seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dan Ernawati (65). Keduanya diserang […]

  • Pertanian Jadi Leading Sektor, Pemkab Kutim Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal

    Pertanian Jadi Leading Sektor, Pemkab Kutim Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmen menjadikan pertanian sebagai leading sektor pembangunan jangka panjang. Tidak hanya berfokus pada produksi bahan mentah, Pemkab Kutim kini mendorong hilirisasi berbagai komoditas lokal agar nilai tambahnya meningkat dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Kepala Bidang Hortikultura, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) […]

  • Bupati Kutim Lepas 65 Tim di Fishing Tournament Bupati Cup 2025

    Bupati Kutim Lepas 65 Tim di Fishing Tournament Bupati Cup 2025

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Suasana Pelabuhan Kenyamukan, Sangatta, Sabtu (18/10/2025) pagi tampak berbeda dari biasanya. Sorak semangat dan dentuman mesin kapal nelayan berpadu dengan gelombang laut yang bergulung pelan. Di tempat inilah, Bupati Kutai Timur (Kutim), H Ardiansyah Sulaiman, secara resmi melepas 65 tim peserta Fishing Tournament Bupati Cup 2025, sebuah ajang olahraga bahari yang telah […]

  • Camat Kaliorang Dorong Sinergi Antardinas untuk Hilirisasi Produk Lokal

    Camat Kaliorang Dorong Sinergi Antardinas untuk Hilirisasi Produk Lokal

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Pemerintah Kecamatan Kaliorang menyerukan perlunya sinergi lintas dinas untuk memperkuat hilirisasi produk lokal, khususnya hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Camat Kaliorang, Rusmono, menegaskan bahwa selama ini masyarakat sudah mampu memproduksi hasil kebun seperti pisang, sawit, dan hortikultura, namun masih kesulitan di tahap pemasaran dan pengolahan. “Produksinya ada, […]

expand_less