Dorong Ketahanan Pangan, STIPER dan Polres Kutim Kelola Puluhan Hektare Lahan Produktif
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
www.kaltim12.com/,KUTIM – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Kutai Timur terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan produktif yang melibatkan kalangan akademisi, aparat, hingga perusahaan swasta.
Program ini dijalankan melalui kerja sama antara Polres Kutai Timur dan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kutai Timur dalam pengelolaan lahan di area milik PT Kaltim Prima Coal (KPC). Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional dalam memperkuat kemandirian pangan.
Dalam pelaksanaannya, lahan yang tersedia dibagi ke dalam beberapa titik pengelolaan. Setiap bagian dikelola oleh pihak yang berbeda dengan skema kolaboratif, sehingga seluruh potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Waka Polres Kutim, Kompol Ahmad Abdullah, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan lokasi khusus bagi STIPER untuk pengembangan tanaman hortikultura.
“Untuk STIPER, kami siapkan satu plot tersendiri yang berada di sisi timur kawasan. Di sana akan dikembangkan tanaman seperti cabai, tomat, dan terong,” ujarnya saat rapat koordinasi, Kamis (2/4/2026).
Ia menyebutkan, Polres Kutim berperan dalam penyediaan lahan dan bibit, sementara proses pengelolaan dilakukan bersama melalui sistem kemitraan.
“Kami ingin ada sinergi antara akademisi dan kelompok tani, sehingga pengelolaan lahan ini benar-benar produktif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Kabag SDM Polres Kutim, AKP Slamet Riyadi, mengungkapkan bahwa kerja sama juga melibatkan pihak perusahaan dalam mendukung program pertanian berbasis industri.
“Total lahan yang sudah disiapkan mencapai 19,8 hektare di kawasan Pit J KPC. Ini siap digunakan untuk pengembangan jagung pipil,” jelasnya.
Ia menambahkan, khusus untuk STIPER, disediakan sekitar dua hektare lahan yang akan dimanfaatkan sebagai sarana praktik sekaligus pengembangan pertanian modern.
“Lahan ini nantinya tidak hanya untuk produksi, tetapi juga menjadi tempat pembelajaran bagi mahasiswa,” katanya.
Dari pihak akademisi, Wakil Rektor III STIPER Kutim, Imanuddin Matang Malik, menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung program tersebut.
“Kami siap berkolaborasi dan menurunkan tenaga pengajar serta mahasiswa agar terlibat langsung di lapangan,” ungkapnya.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Hal senada disampaikan Dosen STIPER, Dr. Zainuddin Saleh, yang menilai program ini sebagai langkah strategis dalam mengintegrasikan pendidikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik. Kami dari akademisi akan menyusun standar operasional dalam pengelolaan tanaman agar hasilnya optimal,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan tersebut berpotensi menjadi sarana penelitian sekaligus pemberdayaan kelompok tani di daerah.
![]()
- Penulis: Redaksi