Pisang Kepok Grecek Jadi Komoditas Unggulan Nasional dari Kutim
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kutai Timur – Salah satu komoditas hortikultura yang kini menjadi kebanggaan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) adalah pisang kepok grecek. Buah khas daerah ini telah ditetapkan sebagai produk unggulan nasional oleh Kementerian Pertanian sejak tahun 2015, dan kini terus dikembangkan sebagai bagian dari program hilirisasi sektor pertanian daerah.
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kutim, Wahyudi Noor, menjelaskan bahwa pisang kepok grecek memiliki potensi besar untuk dikembangkan, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga sebagai produk bernilai ekonomi tinggi.
“Kalau berbicara ketahanan pangan, padi memang jadi prioritas. Namun, untuk komoditas yang sudah menjadi unggulan nasional, yang pertama adalah pisang kepok grecek. Itu sudah sesuai dengan SK Menteri Pertanian tahun 2015,” jelasnya, Kamis (13/11/2025).
Menurut Wahyudi, langkah strategis yang kini dilakukan pemerintah daerah adalah mendorong hilirisasi produk hortikultura agar tidak berhenti pada penjualan hasil segar. Pemerintah ingin agar petani bisa memperoleh nilai tambah lebih besar melalui pengolahan pisang menjadi berbagai produk turunan, seperti keripik, tepung, hingga olahan ekspor.
“Mudah-mudahan sesuai dengan RPJP Kutai Timur, nanti kita tidak hanya menjual pisang dalam bentuk buah segar, tapi juga mengembangkan produk turunannya. Dengan begitu, ada nilai tambah yang bisa meningkatkan kesejahteraan petani,” terangnya.
Selain memperkuat sektor produksi, DTPHP Kutim juga berupaya memperluas kemitraan antara petani dan pelaku usaha agar hasil panen memiliki pasar yang lebih stabil. Dengan dukungan pemerintah, diharapkan pisang kepok grecek tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor.
Upaya hilirisasi ini menjadi bagian dari agenda besar transformasi ekonomi Kutai Timur, yang menempatkan pertanian sebagai tulang punggung pembangunan berkelanjutan di tengah menurunnya ketergantungan terhadap sumber daya tambang.
“Kita ingin ke depan, produk pertanian Kutim tidak lagi dijual mentah. Pisang kepok grecek adalah contoh konkret bahwa sektor pertanian kita punya potensi besar untuk dikembangkan menjadi industri bernilai tambah,” tutup Wahyudi. (Adv/Kominfo)
![]()
- Penulis: Redaksi