Debit Air Menyusut, Perumdam Kutim Bergerak Cepat Amankan Layanan ke Pelanggan
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Senin, 27 Apr 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kaltim12.com,KUTIM – Penurunan debit air baku mulai dirasakan di sejumlah wilayah layanan Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua (Perumdam TTB) Kutai Timur seiring dampak awal fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga Oktober 2026.
Kondisi ini mendorong manajemen perusahaan daerah tersebut untuk bergerak cepat guna memastikan layanan air bersih tetap terjaga bagi masyarakat.
Direktur Teknik Perumdam TTB Kutim, Galuh Boyo Munanto, mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kondisi sumber air di berbagai titik intake. Berdasarkan data operasional terbaru, penurunan curah hujan mulai berdampak signifikan terhadap ketersediaan air baku, terutama di wilayah pesisir.
“Wilayah Kaliorang dan Sangkulirang menjadi area pertama yang mengalami penyusutan debit air. Ini menjadi indikator awal yang harus segera kami respons,” ujar Galuh saat ditemui di Kantor Pusat Perumdam TTB, Kabo Jaya, Sangatta.
Ia menjelaskan, tren penurunan ini berpotensi meluas ke wilayah lain seperti Bengalon dan beberapa kecamatan lainnya dalam waktu dekat. Oleh karena itu, langkah antisipatif terus diperkuat agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin meluas.
“Kami terus memantau fluktuasi level air sungai di setiap titik pengambilan. Saat ini penurunan debit sudah mulai dirasakan dan kami bergerak cepat mengantisipasi perluasan dampaknya ke wilayah operasional lainnya,” tegasnya.
Sebagai langkah strategis, Perumdam TTB Kutim mengoptimalkan seluruh kapasitas produksi yang ada. Infrastruktur seperti pompa dan instalasi pengolahan air dimaksimalkan untuk menjaga tekanan distribusi tetap stabil meskipun ketersediaan air baku mengalami penurunan.
Selain itu, pengawasan terhadap jaringan distribusi juga ditingkatkan guna menekan angka kehilangan air atau non-revenue water. Tim teknis disiagakan untuk merespons cepat setiap laporan kebocoran pipa agar tidak terjadi pemborosan air di tengah kondisi krisis.
“Setiap tetes air sangat berarti dalam situasi seperti ini. Karena itu, kami meningkatkan pengawasan dan respons cepat terhadap potensi kebocoran di lapangan,” jelasnya.
Tak hanya itu, koordinasi antar unit dan cabang Perumdam juga diperkuat untuk memastikan distribusi air dapat dilakukan secara merata dan efisien. Sinergi ini dinilai penting agar seluruh wilayah layanan tetap mendapatkan suplai air sesuai kebutuhan.
Menghadapi kondisi kemarau yang diperkirakan cukup ekstrem, Perumdam TTB Kutim juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga ketersediaan air bersih. Pelanggan diimbau untuk menggunakan air secara bijak serta menyiapkan cadangan air di rumah masing-masing.
“Kami berharap pelanggan dapat mengutamakan penggunaan air untuk kebutuhan pokok dan menghindari pemborosan. Ini penting agar pasokan yang ada bisa mencukupi bagi semua,” imbaunya.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan jika menemukan kebocoran pipa di area publik agar dapat segera ditangani oleh petugas.
Galuh menegaskan, pihaknya akan terus berupaya maksimal dalam menjaga kualitas pelayanan di tengah tantangan cuaca ekstrem. Namun, ia juga meminta pengertian masyarakat apabila sewaktu-waktu terjadi gangguan teknis akibat kondisi alam yang tidak menentu.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kutai Timur. Namun kami juga memohon pengertian jika terjadi kendala di lapangan akibat menurunnya debit air baku,” pungkasnya.
![]()
- Penulis: Redaksi Kaltim12


