Bupati Kutim Ingatkan Perusahaan, Hindari PHK dan Siapkan Alternatif untuk Karyawan
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kaltim12.com, KUTIM – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, kembali menyoroti isu ketenagakerjaan yang tengah berkembang, khususnya terkait potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah perusahaan.
Ia menegaskan, perusahaan di Kutai Timur diharapkan tidak menjadikan PHK sebagai langkah utama dalam menghadapi tekanan operasional maupun kondisi ekonomi yang dinamis. Menurutnya, masih banyak opsi lain yang bisa ditempuh tanpa harus mengorbankan keberlangsungan pekerjaan para karyawan.
“Saya minta dengan sungguh-sungguh agar langkah PHK itu bisa dihindari. Harus diupayakan semaksimal mungkin supaya tidak terjadi,” ujarnya saat ditemui, Senin (27/4/2026).
Ardiansyah memahami bahwa dunia usaha memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas operasional. Namun, ia menilai keputusan PHK harus menjadi pilihan terakhir setelah seluruh alternatif lain dipertimbangkan secara matang.
Salah satu solusi yang ia dorong adalah penyesuaian penempatan tenaga kerja. Perusahaan, kata dia, dapat mempertimbangkan untuk memindahkan karyawan ke unit kerja lain atau lokasi berbeda yang masih memiliki kebutuhan tenaga kerja.
“Kalau memang ada kendala di satu lokasi, saya harap bisa dicarikan tempat lain yang masih bisa bersinergi. Ini penting bagi mereka yang masih ingin bekerja dan belum menerima kondisi tersebut,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab perusahaan terhadap karyawan, terutama jika kondisi tertentu membuat PHK tidak dapat dihindari. Dalam situasi seperti itu, perusahaan diminta tidak sekadar melepas pekerja, tetapi juga menyiapkan program pendampingan.
Menurutnya, pelatihan keterampilan maupun program pemberdayaan menjadi hal krusial agar para pekerja tetap memiliki bekal untuk melanjutkan kehidupan ekonomi mereka.
“Itu yang harus dipikirkan bersama. Kalau memang terjadi sesuatu, maka harus ada langkah pemberdayaan. Jangan sampai mereka dibiarkan tanpa arah,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, lanjut Ardiansyah, akan terus memantau kondisi ketenagakerjaan di daerah. Ia berharap komunikasi antara perusahaan dan pekerja tetap terjalin dengan baik guna menghindari konflik serta menemukan solusi yang saling menguntungkan.
“Yang kita inginkan adalah keseimbangan. Perusahaan tetap berjalan, tapi pekerja juga terlindungi. Itu yang harus dijaga,” pungkasnya.(K12/K)
![]()
- Penulis: Redaksi Kaltim12


