Soal Polemik Motor RT di Singa Geweh, Bupati Kutim: Insyaallah Tuntas di Anggaran Murni 2026
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 5 Des 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
www.kaltim12.com/,KUTIM – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, angkat bicara mengenai polemik penyaluran motor operasional RT yang belum merata. Ia memastikan, seluruh desa dan kelurahan yang belum kebagian jatah akan diselesaikan pada tahun anggaran 2026.
Bupati menyadari adanya kekecewaan di lapangan, termasuk penolakan dari Forum RT di Kelurahan Singa Geweh yang merasa pembagian unit belum maksimal. Namun, ia meminta para Ketua RT memahami kondisi keuangan daerah.
“Anggaran tahun ini memang mengalami penyesuaian luar biasa karena TKD dipangkas. Ditambah lagi TDF Desember 2024 yang tidak terealisasi, membuat kita harus menata ulang anggaran 2025,” ungkap Ardiansyah.
Akibatnya, sisa penyaluran untuk sekitar 8 desa dan 2 kelurahan harus dijadwalkan ulang.
“Untuk kelurahan yang tersisa, meskipun kemarin ada sisa 8 unit, mungkin akan diberikan kalau mereka siap. Kalau tidak, mekanismenya mungkin dititip ke Lurah dulu,” jelasnya.
Meski ada penundaan, Bupati memberikan garansi bahwa program ini tidak akan mangkrak. Dokumen perencanaan untuk pengadaan sisa unit motor disebutnya telah siap untuk dieksekusi pada Anggaran Murni 2026.
“Insyaallah 2026 sudah aman dan siap kita masukkan di murni. Kami harap masyarakat dan perangkat desa bisa berkolaborasi agar realisasi nanti berjalan lancar,” tutupnya.
![]()
- Penulis: Redaksi


