Pemerintah Kutim Tambah 250 Hektare Lahan Pisang Kepok Grecek
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat sektor hortikultura, salah satunya melalui pengembangan pisang kepok grecek sebagai komoditas unggulan.
Kabid Hortikultura DTPHP Kutim, Wahyudi Noor, mengungkapkan selama periode 2023 hingga 2024, pemerintah berhasil menambah luasan tanam sekitar 250 hektare.
“Selama dua tahun terakhir kami terus memberikan bantuan dan motivasi kepada petani. Luas tanam meningkat signifikan,” ujar wahyudi, Jumat (14/11/2025).
Dengan penambahan tersebut, total lahan pisang kepok grecek di Kutim kini mencapai 1.700 hingga 1.800 hektare berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini mencerminkan komitmen Pemkab dalam menjadikan pisang grecek sebagai salah satu ikon pertanian daerah.
Menurut Wahyudi, pengembangan tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas hasil panen. Petani mendapat pembinaan terkait teknik budidaya, pemilihan bibit unggul, dan penanganan pascapanen.
“Tujuan kami agar pisang kepok grecek Kutim mampu bersaing, baik di pasar nasional maupun internasional,” katanya.
Ia menambahkan, perhatian pemerintah juga menyasar sektor kelembagaan petani melalui pembentukan kelompok tani di berbagai kecamatan.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat rantai produksi dari hulu ke hilir.
Selain itu, DTPHP Kutim juga berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan untuk memperluas akses pasar dan memperkuat sistem distribusi hasil tani.
“Kerja sama lintas sektor penting agar produk unggulan seperti pisang grecek ini punya daya jual tinggi dan berkelanjutan,” tegasnya.
Wahyudi menilai, peningkatan lahan dan dukungan pemerintah menjadi modal kuat bagi Kutai Timur untuk menjadi salah satu sentra pisang kepok grecek terbesar di Kalimantan Timur.(Adv/Kominfo)
![]()
- Penulis: Redaksi


