Breaking News
light_mode
Beranda » Parlementaria » Pajak Penerangan dan Air Tanah Jadi Fokus Peningkatan PAD

Pajak Penerangan dan Air Tanah Jadi Fokus Peningkatan PAD

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kutai Timur – Ketua Fraksi Gelora Amanat Perjuangan (GAP) DPRD Kutim, Faizal Rachman, menyoroti dua sektor penting yang dinilai belum tergarap maksimal dalam peningkatan PAD, yakni pajak penerangan jalan dan pajak air tanah.

Faizal mengatakan, sektor pajak penerangan selama ini belum mencerminkan potensi sebenarnya. “Kita semua pakai listrik dan token PLN, tapi target pajak penerangan jalan kita masih kecil,” ujarnya,Minggu (9/11/2025)

Menurutnya, banyak perusahaan besar yang beroperasi di Kutim tidak menggunakan listrik dari PLN, melainkan dari genset sendiri. “Perusahaan sawit, misalnya, ada 48 pabrik di Kutim. Mereka pakai genset untuk kebutuhan penerangan, tapi belum terpantau maksimal dalam pungutan pajaknya,” katanya.

Ia meminta agar Dinas Pendapatan menindaklanjuti dengan pengawasan langsung. “Saya sudah minta tolong dicek semua. Harus dipastikan potensi itu benar-benar masuk ke PAD,” tegas Faizal.

Selain itu, pajak air tanah juga menjadi perhatian serius DPRD. “Pendapatan dari pajak air tanah juga masih kecil. Kita perlu tahu berapa wajib pajak yang sudah bayar dan berapa yang belum,” ujarnya.

Faizal menilai perlunya validasi data wajib pajak secara menyeluruh. “Saya minta datanya harus jelas. Jangan sampai masih banyak yang belum terinventarisasi,” ungkapnya.

Menurutnya, Komisi B DPRD bersama Dinas Pendapatan akan menggelar rapat koordinasi lanjutan untuk membahas persoalan ini. “Kami ingin masalah ini ditindaklanjuti secara konkret, bukan hanya dibahas di rapat Banggar,” katanya.

Faizal berharap langkah tersebut dapat memperkuat kemandirian fiskal Kutim. “Kalau dua sektor ini bisa dimaksimalkan, PAD kita bisa meningkat signifikan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengawasan dan penegakan aturan menjadi kunci keberhasilan. “Bukan bolong, tapi perlu dimaksimalkan pengawasannya,” tutup Faizal.(Adv/DPRD)

Loading

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukit Asalea, Magnet Wisata Baru Swarga Bara yang Menawan

    Bukit Asalea, Magnet Wisata Baru Swarga Bara yang Menawan

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Swarga Bara di Kutai Timur kini memiliki daya tarik wisata alam baru selain Telaga Batu Arang, yakni Bukit Asalea. Dengan panorama alam yang indah dan suasana sejuk, bukit ini semakin ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar. Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, meyakini bahwa Bukit Asalea memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi […]

  • Topang Kesiapan Sail Sangkulirang Lewat Rembug Budaya

    Topang Kesiapan Sail Sangkulirang Lewat Rembug Budaya

    • calendar_month Rabu, 9 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/, Sangatta – “Kesiapan Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan Dalam Rangka Partisipasi Kegiatan Sail Sangkulirang 2024”, merupakan tema acara Rembug Budaya 2022 yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Kutim pada Rabu (9/11/2022) di Teras Belad. Plt Kepala Dinas Kebudayaan M Rodiansyah menerangkan, kegiatan ini penting dilaksanakan agar terjadi kesiapan yang matang saat nantinya Sail Sangkulirang […]

  • DPRD Kutim: Pengawasan Ketat Bimtek Aparatur Wajib Diterapkan

    DPRD Kutim: Pengawasan Ketat Bimtek Aparatur Wajib Diterapkan

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Katim12.com,KUTIM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Jimmi, mendesak adanya pengawasan yang sangat ketat terhadap setiap kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang diajukan oleh aparatur pemerintah daerah. Jimmi menegaskan bahwa tidak semua bimtek layak dilaksanakan, terutama yang tidak memiliki urgensi nyata dan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas pelayanan publik. Penegasan ini muncul seiring […]

  • Perketat Pengawasan, Dana RT di Kutim Wajib Tercatat sebagai Aset Desa

    Perketat Pengawasan, Dana RT di Kutim Wajib Tercatat sebagai Aset Desa

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah mengeluarkan instruksi tegas mengenai mekanisme pengelolaan dana Rukun Tetangga (RT). Kebijakan ini mewajibkan seluruh pembelanjaan yang menggunakan anggaran RT harus diklasifikasikan sebagai belanja modal, dan dilarang keras dicatat sebagai barang habis pakai. Kepala DPMDes Kutim, Muhammad Basuni, menjelaskan bahwa kebijakan ini […]

  • Akbar Tanjung Soroti Program Rp 250 Juta per RT, Usulkan Tim Pengawas Penghubung

    Akbar Tanjung Soroti Program Rp 250 Juta per RT, Usulkan Tim Pengawas Penghubung

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Masih banyaknya keluhan masyarakat terkait pelaksanaan program Rp 250 juta per Rukun Tetangga (RT) menjadi sorotan tajam Ketua Fraksi PKS DPRD Kutai Timur, Akbar Tanjung. Ia menilai perlu ada mekanisme pengawasan baru untuk memastikan program unggulan tersebut berjalan sesuai relnya. Akbar mengungkapkan, pihaknya kerap menerima laporan bahwa realisasi program di lapangan sering […]

  • Dipisahkan Sungai Besar, Infrastruktur Telen Tertinggal Jauh Dibanding Kongbeng dan Wahau

    Dipisahkan Sungai Besar, Infrastruktur Telen Tertinggal Jauh Dibanding Kongbeng dan Wahau

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUTAI TIMUR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Aidil Fitri, menyoroti ketimpangan pembangunan infrastruktur yang terjadi di Kecamatan Telen. Ia menilai, kemajuan fisik di wilayah tersebut masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan kecamatan tetangga di Daerah Pemilihan (Dapil) IV, seperti Muara Wahau dan Kongbeng. ​Menurut Aidil, lambatnya pembangunan di Telen utamanya […]

expand_less