Anak Disabilitas Perlu Ruang Ekspresi dalam Event Pemerintah Agar Tidak Merasa Tersisih
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kutai Timur – Kepala DP3A Kutai Timur, Idham Kholid, kembali menegaskan pentingnya memberi ruang bagi anak-anak disabilitas dalam setiap kegiatan pemerintah. Dalam FGD PUG di Sangatta, ia menyampaikan bahwa anak-anak dengan keterbatasan fisik maupun intelektual sering terabaikan dalam event-event OPD.
Ia meminta agar seluruh OPD mulai membuka kesempatan bagi mereka untuk tampil dalam kegiatan resmi, seperti menyanyi, menari, atau menunjukkan kreativitas sesuai kemampuan masing-masing.
“Apa susahnya memberi mereka kesempatan? Mereka juga ingin dihargai dan diberi ruang untuk berekspresi,” ujarnya.
Menurut Idham, kurangnya kesempatan tersebut dapat membuat anak-anak disabilitas merasa terasing dan tidak dihargai. Bahkan banyak keluarga melapor bahwa anak-anak mereka sering merasa didiskriminasi.
“Ini bisa membuat mereka pesimis menghadapi hidup. Kita harus hadir memberi motivasi,” katanya.
Idham menyebut pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan ruang inklusif. Ia meminta agar OPD yang sering menggelar event agar mengevaluasi kembali kegiatan mereka agar lebih ramah disabilitas.
“Kalau bukan kita yang memperhatikan, siapa lagi? Kabupaten lain tidak mungkin memperhatikan anak-anak kita,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keadilan gender dan inklusivitas adalah bagian dari pembangunan yang merata. Karena itu, OPD harus menjadikan isu disabilitas sebagai bagian tak terpisahkan dari perencanaan.
“Setiap anak berhak mendapatkan ruang, meskipun ekspresi mereka tidak sempurna. Kita beri semangat, beri panggung, beri kesempatan. Itu sangat berarti bagi masa depan mereka,” pungkasnya.(Adv/Kominfo)
![]()
- Penulis: Redaksi


