Padi Apung Jadi Solusi Pertanian di Lahan Rawa dan Tergenang
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kutai Timur – Teknologi padi apung kini mulai diperkenalkan sebagai solusi alternatif untuk petani di wilayah Kutai Timur yang memiliki lahan berair dan sulit dicetak menjadi sawah konvensional.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, mengatakan bahwa teknologi ini menjadi jawaban bagi petani di daerah rawan banjir agar tetap bisa menanam padi.“Padi apung ini bisa menjadi alternatif bagi petani yang berada di wilayah rawa atau tergenang,” ujarnya,Sabtu (8/11/2025)
Menurutnya, perbedaan utama padi apung dengan padi biasa hanya pada media tanamnya yang dibuat terapung di atas air.“Teknologinya sederhana tapi efektif. Bedanya hanya di media tanamnya saja yang mengapung di permukaan air,” jelasnya.
Dessy menuturkan, padi apung cocok diterapkan di Kutai Timur karena sebagian wilayahnya memiliki topografi dataran rendah yang sering digenangi air saat musim hujan.“Kalau petani menunggu lahan kering, mereka akan kehilangan waktu tanam. Dengan teknologi ini, mereka bisa tetap berproduksi,” ungkapnya.
Selain menghemat waktu, metode ini juga membantu menjaga produktivitas pertanian di tengah perubahan iklim yang tidak menentu.“Kami ingin teknologi ini bisa membantu petani yang lahannya sulit diolah menjadi sawah biasa,” tambah Dessy.
Ia menjelaskan bahwa DTPHP akan terus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada kelompok tani agar bisa memahami cara penerapannya.“Sekarang masih tahap perkenalan, nanti setelah petani siap kami akan dampingi secara teknis,” katanya.
Dessy berharap, dengan adopsi teknologi ini, petani Kutim bisa semakin mandiri dan adaptif terhadap kondisi alam daerahnya.(Adv/Kominfo)
![]()
- Penulis: Redaksi


