Breaking News
light_mode
Beranda » Kaltim » Festival Lom Plai dan Sekerat Resmi Masuk Kalender Event Kaltim 2026

Festival Lom Plai dan Sekerat Resmi Masuk Kalender Event Kaltim 2026

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

www.kaltim12.com/,KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat upaya pelestarian budaya lokal melalui sektor pariwisata. Pada Kalender Event Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026, dua event kebudayaan unggulan Kutim, yakni Festival Lom Plai dan Festival Sekerat, resmi masuk sebagai agenda daerah.

Pengusulan dua event tersebut dilakukan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim sebagai strategi mempromosikan kekayaan budaya lokal sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata daerah di tingkat provinsi hingga nasional.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispar Kutim, Akhmad Rifanie, menyebutkan masuknya dua festival itu diumumkan bersamaan dengan peluncuran 20 event unggulan Kaltim yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Pada saat launching 20 event unggulan Kaltim kemarin, yang masuk dari Kutai Timur adalah Festival Lom Plai dan Festival Sekerat,” ujar Rifanie.

Ia menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Provinsi Kaltim meminta setiap kabupaten dan kota mengajukan event yang rutin dilaksanakan serta memiliki kesiapan dari sisi anggaran dan penyelenggaraan.

Berdasarkan permintaan tersebut, Dispar Kutim mengajukan Festival Lom Plai dan Festival Sekerat karena dinilai paling siap serta telah dilaksanakan secara konsisten setiap tahun oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

Menurut Rifanie, kedua festival itu tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga merupakan representasi budaya lokal yang tumbuh dan berkembang secara turun-temurun di Kutai Timur.

“Pemilihan dua event ini didasarkan pada kesiapan anggaran, konsistensi pelaksanaan, serta nilai budaya yang kuat dan masih hidup di tengah masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, Kutai Timur masih memiliki sejumlah event kebudayaan lain yang berpotensi untuk dikembangkan, namun keterbatasan kepastian anggaran membuat belum semuanya dapat diajukan ke kalender event Kaltim 2026.

“Ada event-event budaya lain yang ingin kami masukkan, tetapi karena kepastian anggarannya belum ada, sementara ini baru dua event tersebut yang bisa dipastikan,” pungkas Rifanie.

Loading

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Balai TNK Tutup Prevab, Prioritaskan Konservasi Orang Utan

    Balai TNK Tutup Prevab, Prioritaskan Konservasi Orang Utan

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/,KUTIM – Balai Taman Nasional Kutai (TNK) menutup sementara kawasan Prevab sebagai langkah prioritas dalam menjaga kelestarian habitat dan keseimbangan ekosistem orang utan di kawasan konservasi tersebut. Kasubbag Tata Usaha Balai TNK, Kristina Nainggolan, mengatakan penutupan Prevab merupakan bagian dari agenda rutin pengelolaan wisata alam berbasis konservasi, khususnya pada kawasan yang menjadi habitat satwa dilindungi. […]

  • Realisasi Serapan Anggaran Harus Maksimal

    Realisasi Serapan Anggaran Harus Maksimal

    • calendar_month Senin, 14 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/, Sangatta – Presentase realisasi kegiatan menjelang akhir tahun 2022 tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diyakini dapat berjalan serapan anggarannya dengan baik dan benar. Namun hal itu tidak membuat Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Seskab Kutim Poniso Suryo Renggono, merasa cukup.  Ia tetap mengingatkan agar antara realisasi anggaran dan realisasi serapan benar-benar […]

  • DPRD Kutim Dorong Penataan Infrastruktur dan Regulasi untuk Dongkrak Sektor Pariwisata

    DPRD Kutim Dorong Penataan Infrastruktur dan Regulasi untuk Dongkrak Sektor Pariwisata

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk memajukan sektor pariwisata daerah sebagai salah satu penunjang perekonomian non-tambang. Peningkatan pariwisata ini akan difokuskan melalui penataan infrastruktur dan penetapan regulasi yang komprehensif. Anggota Komisi B DPRD Kutim, David Rante, menyampaikan bahwa sektor pariwisata tidak akan bisa bertumbuh optimal tanpa […]

  • 22 Badan Layanan Umum Daerah Tingkatkan Kemampuan Keuangan

    22 Badan Layanan Umum Daerah Tingkatkan Kemampuan Keuangan

    • calendar_month Senin, 14 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/, Samarinda – 21 Puskesmas dan 1 RSUD Sangkulirang yang belum lama ini beralih status menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) mengutus 93 ASN mengikuti bimbingan teknis di Samarinda pada Senin (14/11/2022). Dalam kesempatan tersebut pihak Dinkes Kutim menghadirkan narasumber kompeten, dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat menerapkan pola penatausahaan dan keuangan […]

  • Lima Desa di Bengalon Terendam Banjir, BPBD Kutim: Waspada Buaya dan Air Kiriman

    Lima Desa di Bengalon Terendam Banjir, BPBD Kutim: Waspada Buaya dan Air Kiriman

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Sangatta – Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari mengakibatkan lima desa di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, terendam banjir. Desa yang terdampak antara lain Sepaso, Sepaso Selatan, Sepaso Timur, Sepaso Barat, dan Tepian Langsat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur langsung menurunkan tim ke lokasi untuk membantu evakuasi dan penanganan warga yang terdampak. Kepala […]

  • Kelola Anggaran Besar, Bupati Kutim Minta Ketua RT “Jemput Bola” Sisir Anak Putus Sekolah

    Kelola Anggaran Besar, Bupati Kutim Minta Ketua RT “Jemput Bola” Sisir Anak Putus Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menegaskan peran vital Ketua Rukun Tetangga (RT) sebagai ujung tombak pemerintah dalam mengentaskan masalah sosial. Dengan adanya alokasi anggaran program pembangunan berbasis RT yang cukup besar, Bupati meminta para Ketua RT tidak pasif, melainkan aktif menyisir warga yang mengalami masalah ekonomi hingga anak putus sekolah. Ardiansyah […]

expand_less