Kalahkan Daerah Lain, Kutim Kantongi 20 Kuota Polbit Kemenhub untuk Putra Daerah
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kaltim12.com,KUTIM – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berhasil memperoleh alokasi beasiswa ikatan dinas pola pembibitan (Polbit) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan banyak daerah lain di Indonesia.
Raihan tersebut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi C DPRD Kutim, Pandi Widiarto, yang menilai langkah pemerintah daerah sebagai upaya strategis menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di sektor transportasi.
Menurut Pandi, keberhasilan pencapaian total 20 kuota mahasiswa menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam membangun SDM lokal yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah di masa mendatang.
“Kalau dibandingkan dengan daerah lain yang rata-rata hanya memperoleh beberapa kuota, capaian Kutai Timur ini tentu patut diapresiasi. Ini menunjukkan ada upaya yang serius dari pemerintah daerah dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemkab Kutim dan Kementerian Perhubungan yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman serta perjanjian kerja sama yang ditandatangani Sekretaris Kabupaten Rizali Hadi.
Melalui kerja sama itu, Kutim memperoleh 20 kuota pendidikan di Politeknik Transportasi Darat Indonesia–STTD Bekasi. Kuota tersebut dibagi menjadi 10 mahasiswa untuk program Diploma III yang akan dimulai pada 2027 dan 10 mahasiswa program Diploma IV pada 2028.
Pandi menilai, kesempatan tersebut tidak hanya memberikan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menyiapkan tenaga profesional yang nantinya dibutuhkan pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur transportasi di Kutai Timur terus berkembang, mulai dari sektor pelabuhan, transportasi darat hingga transportasi udara. Kondisi itu harus diimbangi dengan ketersediaan tenaga teknis yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya.
“Kita tidak boleh hanya membangun infrastruktur, tetapi juga harus menyiapkan orang-orang yang akan mengelolanya. SDM menjadi faktor yang menentukan keberhasilan pembangunan itu sendiri,” katanya.
Politikus Partai Demokrat tersebut mencontohkan keberadaan Pelabuhan Kenyamukan yang ke depan membutuhkan tenaga profesional di berbagai bidang operasional. Menurutnya, lulusan program ikatan dinas diharapkan mampu mengisi kebutuhan tersebut sehingga peluang kerja dapat dinikmati masyarakat lokal.
Ia menegaskan, pemerintah daerah harus memastikan putra-putri Kutai Timur memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari pengelolaan sektor transportasi. Dengan begitu, kebutuhan tenaga ahli tidak lagi bergantung pada SDM dari luar daerah.
“Kita ingin anak-anak Kutai Timur memiliki kompetensi yang cukup sehingga mampu bersaing dan dipercaya mengisi posisi strategis. Mereka harus menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri,” tegasnya.
Meski mengapresiasi capaian tersebut, Pandi mengingatkan agar proses pelaksanaan program dilakukan secara terbuka dan menjangkau seluruh wilayah di Kutai Timur. Informasi mengenai beasiswa, menurutnya, harus dapat diakses hingga ke kecamatan dan desa.
Ia berharap tidak ada pelajar berprestasi yang kehilangan kesempatan hanya karena kurang memperoleh informasi mengenai proses pendaftaran maupun persyaratan seleksi.
“Kalau sosialisasinya merata, anak-anak dari wilayah pedalaman maupun pesisir juga memiliki peluang yang sama. Jangan sampai program bagus ini hanya diketahui oleh masyarakat di wilayah perkotaan,” ujarnya.
Pandi optimistis program beasiswa pola pembibitan tersebut akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas SDM Kutai Timur. Ia berharap para penerima beasiswa nantinya akan kembali ke daerah untuk mengabdikan ilmu dan keahlian mereka demi mendukung pembangunan sektor transportasi yang semakin berkembang.
![]()
- Penulis: Redaksi Kaltim12


