UPT Kebersihan Butuh TPST yang Lebih Representative
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
- print Cetak

Kepala UPT Kebersihan sangatta Utara Jurianto saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA. Unit Pelaksana Teknisi Keberihan (UPT) Sangatta Utara membutuhkan Tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) yang lebih representative. Sebab TPST yang ada di belakang Pasar Induk, sudah tidak memadai, karena lokasinya yang kecil dan berada di lingkungan pemukiman masyarakat. Demikian dikatakan Kepala UPT Kebersihan sangatta Utara Jurianto.
“TPST di pasar Induk sudah kurang representative, selain karena memang lokasinya yang kecil, juga memang ada di tengah kota, di lingkungan pemukiman. Makanya, memang sering diprotes warga, meskipun sebenarnya, keluhan mereka akan bauh sampah di sana, tidak seperti kondisi yang sebenarnya. Sebab penanganan sampah di sana, dilakukan dengan cukup baik untuk meminimalkan bau keluar,” kata Kepala UPT Kebersihan sangatta Utara Jurianto saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini
Karena kecilnya lokasi tersebut, diakui sampah yang berhasil dikelola atau dipilah di lokasi itu, hanya sekitar 20 ton dari sampah kota Sangatta. Sementara selebihnya masih masuk langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batota. Padahal, jika TPST bisa lebih luas lagi, dengan fasilitas yang memadai mungkin sampah yang ada di sangatta, semua bisa dipilah, sehingga yang masuk TPA Batota, hanya sampah yang memang tidak dapat diolah atau didaur ulang .
“Jadi kalau ditanya berapa luasan TPST yang layak, paling tidak satu hectare, kalau perlu 2 hektare untuk jangka panjang. Jika TPST seluas itu, mungkin saja semua smpah yang ada, dapat dipilah di TPST sehingga yang masuk TPA, hanya bagian kecil saja. Dengan demikian, maka TPA Batota bisa digunakan lebih lama,” Jelas Jurianto, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan limbah Bahan berbahaya dan beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim. (Fhany/ADV/*)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


