DTPHP Kutim Pastikan Kebutuhan Daging Harian Terpenuhi dari Sapi Lokal
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
- print Cetak

Pelaksana tugas (PLT) Kepala Bidang Peternakan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP), Drh Cut Meutia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA. Pelaksana tugas (PLT) Kepala Bidang Peternakan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP), Drh Cut Meutia menyatakan kebutuhan daging sapi di Kutim sudah dapat dipenuhi dari ternakan lokal yang ada di Kutim. Sebab tiap hari di Rumah Potong Hewan (RPH) yang berda Sangatta Utara, dilakukan pemotongan sapi satu hingga dua ekor untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat.
“Jadi untuk kebutuhan daging sapi di Kutim ini, sudah bisa dipenuhi dari ternak sapi lokal. Hanya untuk kebutuhan hari raya terutama untuk hari raya kurban, sapi kurban didatangkan dari luar. Sebab kebutuhan saat itu meningkat jumlahnya. Jika dipenuhi dari sapi lokal, maka dikuatirkan ke depan jumlah sapi lokal akan menyusut terus. Dan ini membahayakan populasi sapi lokal,” kata Plt Kepala Bidang Peternakan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP), Drh Cut Meutia saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini
Bahkan menurutnya, beberapa sumber sapi potong yang didatangkan tiap tahun berasal dari Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara hingga jawa timur. “itu dari Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara hingga jawa timur,” terangnya
Disebutkan, seiring meningkatknya kebutuhan daging, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan populasi sapi lokal. untuk meningkatkan populasi sapi lokal, pemerintah Kutim terus melakukan inseminasi buatan (IB) atau perkawinan suntik. Program ini sudah jadi agenda rutin tahunan.
Meskipun jumlah populasi sapi meningkat, kebutuhan pakan masih terpenuhi. Selain pakan yang ditanam peternak, pakan juga dipenuhi dari rumput di alam bebas. Bahkan pada musim kemarau, meskipun rumput berkurang, namun pakan tetap terpenuhi dari pakan permentasi yang dibuat sendiri oleh para peternak. (Fhany/ADV/*)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


