Capaian UHC Perkuat Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan Nasional
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Keberhasilan ratusan daerah meraih Universal Health Coverage (UHC) tidak hanya menandai luasnya jangkauan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tetapi juga membawa dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program ini dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menegaskan bahwa cakupan JKN yang hampir menyeluruh membuka akses layanan kesehatan secara lebih adil, terutama bagi kelompok rentan. Dengan kepesertaan yang luas, masyarakat kini tidak lagi menghadapi hambatan besar dalam memperoleh layanan medis yang dibutuhkan.
Ia menjelaskan, daerah yang telah mencapai UHC menunjukkan tren positif dalam berbagai indikator kesehatan. Mulai dari menurunnya tingkat kesakitan, meningkatnya pemanfaatan fasilitas kesehatan, hingga berkurangnya beban pengeluaran rumah tangga untuk biaya pengobatan.
“UHC bukan hanya soal angka kepesertaan, tapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan manfaat layanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas,” ujar Ghufron.
Seiring meningkatnya jumlah peserta, pemanfaatan layanan kesehatan juga terus bertumbuh. Rata-rata kunjungan peserta JKN ke fasilitas kesehatan kini mencapai sekitar dua juta kunjungan per hari, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem jaminan kesehatan nasional.
Untuk menjaga mutu layanan di tengah tingginya pemanfaatan tersebut, BPJS Kesehatan memperkuat kerja sama dengan fasilitas kesehatan serta mendorong penguatan layanan primer. Upaya ini dipandang krusial agar pelayanan tetap efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan peserta.
Di sisi lain, transformasi digital juga menjadi strategi utama dalam meningkatkan kenyamanan layanan. Berbagai kanal non-tatap muka seperti Aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA, hingga Care Center 165 terus dikembangkan untuk memudahkan peserta mengakses layanan administrasi.
Pemanfaatan antrean online dan fitur i-Care JKN turut membantu meningkatkan efisiensi pelayanan di fasilitas kesehatan. Dengan sistem tersebut, riwayat layanan peserta dapat diakses dengan cepat sehingga mendukung ketepatan diagnosis dan tindakan medis.
Ghufron menambahkan, capaian UHC yang diraih saat ini merupakan modal penting untuk menjaga keberlanjutan Program JKN ke depan. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci agar manfaat program ini terus dirasakan masyarakat secara luas.
“Yang terpenting adalah memastikan keberlanjutan dan kualitas layanan, sehingga perlindungan kesehatan benar-benar menjadi hak yang terjaga bagi seluruh warga,” pungkasnya.(*/X)
![]()
- Penulis: Redaksi


