Buaya Muncul di Tengah Banjir Bengalon, Bocah dan Lansia Jadi Korban
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 16 Feb 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
www.kaltim12.com/,KUTIM – Seekor buaya tiba-tiba muncul di tengah banjir yang merendam permukiman warga di Desa Sepaso Barat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Selasa 17/2/2026, sekitar pukul 13.00 WITA.
Kemunculan satwa liar tersebut mengakibatkan seorang bocah dan seorang lansia mengalami luka gigitan.
Korban diketahui seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dan Ernawati (65). Keduanya diserang saat berada di sekitar halaman rumah yang tergenang air akibat banjir.
Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi, menjelaskan peristiwa itu bermula ketika empat anak terlihat bermain air di halaman rumah Ernawati yang terendam banjir. Salah satu anak berenang ke bagian yang lebih dalam tanpa menyadari adanya ancaman.
“Tiba-tiba buaya muncul dari genangan dan langsung menggigit kaki korban. Anak tersebut berteriak minta tolong,” ujar AKP Asriadi dalam keterangan tertulisnya.
Mendengar teriakan itu, Ernawati yang berada di lokasi segera turun ke air untuk menolong korban. Ia berupaya menarik bocah tersebut ke tepi agar terlepas dari gigitan buaya.
Namun upaya penyelamatan itu justru membuat Ernawati ikut menjadi sasaran. Buaya kembali menyerang dan menggigit tangan kanan lansia tersebut.
“Saat mencoba menarik korban, buaya kembali menggigit dan mengenai tangan Ernawati,” jelasnya.
Warga lain yang berada di sekitar lokasi, termasuk seorang perempuan bernama Fatmawati, turut membantu proses penyelamatan. Dengan alat seadanya, mereka memukul buaya hingga hewan tersebut akhirnya melepaskan kedua korban.
Setelah berhasil diselamatkan, kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Elisabeth untuk mendapatkan perawatan medis.
Anak tersebut mengalami luka robek di bagian kaki kanan akibat gigitan buaya. Sementara Ernawati menderita luka gigitan di tangan kanan dan mendapat penanganan intensif dari tenaga medis.
Polsek Bengalon yang menerima laporan kejadian segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi.
AKP Asriadi mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi potensi kemunculan buaya di kawasan permukiman saat banjir.
Ia mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika banjir melanda dan menyebabkan satwa liar keluar dari habitat aslinya.
“Kami minta orang tua lebih ketat mengawasi anak-anak saat banjir. Kondisi seperti ini rawan karena buaya bisa masuk hingga ke halaman rumah warga,” tegas AKP Asriadi.
Peristiwa ini menambah daftar kasus kemunculan buaya di wilayah Kutai Timur saat musim hujan dan banjir, sehingga masyarakat diminta tidak lengah terhadap potensi bahaya yang mengintai.
![]()
- Penulis: Redaksi


