Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Angga Redi, Bidik Kadin Kutim sebagai Pilar Ekonomi dan Rumah Besar Pengusaha Lokal

Angga Redi, Bidik Kadin Kutim sebagai Pilar Ekonomi dan Rumah Besar Pengusaha Lokal

  • account_circle Redaksi Kaltim12
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kaltim12.com,KUTIM – Angga Redi Niata menegaskan komitmennya untuk membawa Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi pilar utama penggerak ekonomi daerah sekaligus rumah besar bagi para pengusaha lokal. Hal itu disampaikannya usai mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon Ketua Kadin Kutim periode 2026–2031.

Dalam keterangannya, Angga menyebut Kadin harus mampu mengambil peran strategis di tengah derasnya arus investasi yang diprediksi akan semakin meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, momentum tersebut tidak boleh dilewatkan tanpa keterlibatan aktif pengusaha lokal.

“Kadin harus hadir sebagai pilar ekonomi daerah. Tidak hanya sebagai organisasi, tetapi juga sebagai wadah yang benar-benar mampu mengakomodasi dan memperjuangkan kepentingan pengusaha lokal,” ujar Angga.

Ia menilai, selama ini masih banyak pelaku usaha di daerah yang belum mendapatkan akses dan peluang yang seimbang dalam proyek-proyek besar. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Kadin untuk berbenah.

“Kita tidak ingin pengusaha lokal hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi pelaku utama di daerahnya sendiri, baik sebagai kontraktor, penyedia jasa, maupun pelaku UMKM,” tegasnya.

Angga juga menyoroti pentingnya peningkatan daya saing pelaku usaha lokal. Menurutnya, penguatan kapasitas sumber daya manusia, manajemen usaha, hingga akses terhadap informasi dan jaringan menjadi kunci agar pengusaha daerah mampu bersaing dengan pelaku usaha dari luar.

“Kita harus jujur mengakui bahwa masih ada keterbatasan. Tapi di situlah peran Kadin, menjadi jembatan untuk meningkatkan kapasitas dan membuka peluang kolaborasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan pengusaha dari luar daerah tetap diperlukan, terutama dalam menghadapi skala investasi yang besar. Namun, kerja sama tersebut harus memberikan ruang belajar dan manfaat nyata bagi pengusaha lokal.

“Kolaborasi itu penting, tapi harus berimbang. Pengusaha lokal harus mendapatkan transfer pengetahuan dan pengalaman agar bisa berkembang,” katanya.

Selain fokus pada penguatan ekonomi, Angga juga menekankan pentingnya pembenahan internal organisasi Kadin Kutim. Ia menilai, organisasi sebesar Kadin harus memiliki sistem yang profesional dan fasilitas yang memadai.

“Kita ingin Kadin Kutim berdiri dengan gagah, profesional, dan memiliki sekretariat yang representatif. Ini penting untuk menunjang koordinasi dan pelayanan kepada anggota,” ungkapnya.

Angga menilai, tanpa organisasi yang kuat, peran Kadin sebagai penggerak ekonomi akan sulit terwujud. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk melakukan penataan kelembagaan jika dipercaya memimpin.

Dalam visinya, Angga mengusung semangat “Maju Bersama, Sejahtera Bersama” sebagai landasan dalam membangun sinergi antara pengusaha lokal, pemerintah, dan investor. Ia optimistis, dengan kerja sama yang baik, Kutim dapat menjadi daerah yang maju dengan ekonomi yang inklusif.

“Kalau semua bergerak bersama, saya yakin kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat. Ini yang menjadi tujuan utama,” ucapnya.

Sementara itu, proses pencalonan Ketua Kadin Kutim saat ini telah memasuki tahapan penting. Panitia Musyawarah Kabupaten (Mukab) V telah menutup masa pendaftaran bakal calon, dengan tiga nama yang resmi mengembalikan formulir.

Selain Angga Redi Niata, dua kandidat lainnya yang turut bersaing adalah Ahlang Edi dan Sesthy S Bumbungan. Ketiganya akan mengikuti tahapan selanjutnya sebelum pemilihan ketua definitif.

Dengan dinamika yang berkembang, Mukab V Kadin Kutim diprediksi akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi ke depan. Angga pun berharap proses tersebut berjalan transparan dan demokratis.

“Yang terpenting adalah bagaimana Kadin ke depan bisa benar-benar memberikan manfaat bagi pengusaha lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.(K12/*)

Loading

  • Penulis: Redaksi Kaltim12

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lebih dari 253 Ribu Warga di Kutim Dijamin Hak Kesehatan, Jadi Rujukan Nasional UHC

    Lebih dari 253 Ribu Warga di Kutim Dijamin Hak Kesehatan, Jadi Rujukan Nasional UHC

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/,KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang pelayanan publik. Lebih dari 253 ribu warga Kutim kini telah dijamin hak kesehatannya melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sebuah capaian yang mengantarkan Kutim menjadi rujukan nasional dalam pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC). Capaian tersebut ditandai dengan diraihnya UHC Award 2026 […]

  • Serapan Anggaran Kutim Rendah Jelang Akhir Tahun, Baru Capai 45 Persen

    Serapan Anggaran Kutim Rendah Jelang Akhir Tahun, Baru Capai 45 Persen

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Realisasi serapan anggaran Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tahun anggaran 2025 tercatat baru mencapai 45 persen menjelang penutupan tahun. Angka ini menuai perhatian serius karena dinilai sangat rendah oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengingat waktu efektif pengerjaan proyek dan penyelesaian administrasi hanya menyisakan beberapa minggu saja. Kondisi ini membuat Pemkab Kutim harus […]

  • Sandaran Masih Tertinggal, DPRD Kutim Dorong Lima Proyek Multiyears Masuk Program 2028

    Sandaran Masih Tertinggal, DPRD Kutim Dorong Lima Proyek Multiyears Masuk Program 2028

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Upaya mempercepat pembangunan di Kecamatan Sandaran kembali ditegaskan Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) Akhmad Sulaiman. Ia menilai kawasan pesisir di ujung timur Kutim itu masih jauh tertinggal, terutama dari sisi aksesibilitas antar desa. Karena itu, ia meminta agar lima usulan proyek tahun jamak dari Dapil V dapat masuk dalam program pembangunan multiyears […]

  • DPRD Kutim: Pemerintah Belum Ajukan Rencana Proyek Multiyears ke Banggar

    DPRD Kutim: Pemerintah Belum Ajukan Rencana Proyek Multiyears ke Banggar

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), dr.Novel Tyty Paembonan, menyoroti belum adanya penyampaian resmi dari pemerintah daerah terkait rencana pembangunan infrastruktur melalui skema tahun jamak (multiyears) dalam pembahasan APBD 2026. Menurutnya, pemerintah sebelumnya menyebut akan memulai program multiyears pada tahun depan, terutama di sektor pembangunan jalan. Namun hingga kini, DPRD khususnya Badan Anggaran […]

  • Peduli Generasi Muda, PT Subur Abadi Plantations Gelar Edukasi Kesehatan dan Keselamatan

    Peduli Generasi Muda, PT Subur Abadi Plantations Gelar Edukasi Kesehatan dan Keselamatan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/,KUTIM – Sebagai bentuk kepedulian terhadap pembentukan karakter dan kualitas hidup generasi muda, PT Subur Abadi Plantations (SAP) menggelar kegiatan edukasi kesehatan dan keselamatan bagi anak-anak di ruang belajar perusahaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menanamkan kesadaran hidup sehat dan perilaku aman sejak usia dini. Administratur PT Subur Abadi Plantations, Abdus Syukur, […]

  • Disbun Kutim Dorong Pengendalian Hama Sawit Ramah Lingkungan, Manfaatkan Bunga hingga Predator Alami

    Disbun Kutim Dorong Pengendalian Hama Sawit Ramah Lingkungan, Manfaatkan Bunga hingga Predator Alami

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Timur (Disbun Kutim) terus mendorong pelaku usaha perkebunan, baik perusahaan maupun swadaya, untuk menerapkan sistem pengendalian hama terpadu yang ramah lingkungan. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memenuhi standar sertifikasi perkebunan berkelanjutan. Penelaah Teknik Kebijakan Disbun Kutim, Nurul Aliah, menjelaskan bahwa pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) […]

expand_less