Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintahan » Serapan Anggaran Kutim Rendah Jelang Akhir Tahun, Baru Capai 45 Persen

Serapan Anggaran Kutim Rendah Jelang Akhir Tahun, Baru Capai 45 Persen

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kutai Timur – Realisasi serapan anggaran Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tahun anggaran 2025 tercatat baru mencapai 45 persen menjelang penutupan tahun. Angka ini menuai perhatian serius karena dinilai sangat rendah oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengingat waktu efektif pengerjaan proyek dan penyelesaian administrasi hanya menyisakan beberapa minggu saja. Kondisi ini membuat Pemkab Kutim harus bekerja ekstra keras di penghujung tahun.

Bupati Ardiansyah mengakui bahwa rendahnya penyerapan anggaran ini dipicu oleh kendala teknis tak terduga yang terjadi sepanjang tahun berjalan. Faktor-faktor utama yang menghambat termasuk persoalan Dana Treasury Deposit Facility (TDF) yang belum terbayarkan dan adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pusat yang berdampak langsung ke daerah.

Situasi kompleks tersebut memaksa pemerintah daerah melakukan pergeseran anggaran secara besar-besaran, sebuah proses yang membutuhkan pembahasan dan persetujuan yang cukup panjang. Konsekuensinya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) baru bisa disahkan pada bulan Oktober 2025.
“Proses pergeseran itu panjang pembahasannya, inilah yang membuat waktu kita semakin mepet,”

“Namun, kami tetap berupaya maksimal memanfaatkan sisa waktu satu hingga dua bulan ke depan ini untuk mempercepat penyerapan dana,” jelasnya, Senin (24/11/2025)

Menyikapi sempitnya waktu, Bupati bersikap realistis terhadap kemungkinan munculnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA). Ardiansyah menegaskan bahwa SiLPA bukanlah masalah fatal, selama dana tersebut benar-benar tersedia secara riil di kas daerah.

“Tidak masalah jadi SiLPA, asal uangnya masih ada. Yang bahaya itu jika tercatat SiLPA tapi uangnya tidak ada,” tegasnya.

Sebagai langkah evaluasi fundamental, Bupati telah mengeluarkan instruksi tegas agar pola kerja “kejar tayang” ini tidak terulang di tahun anggaran mendatang. Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengubah total pola kerja dengan memulai kegiatan dan lelang proyek lebih awal.

“Saya minta tahun depan, mulai Februari atau paling lambat Maret, semua sudah harus mulai bekerja,” pungkas Ardiansyah.(Adv/Kominfo)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapal Pemancing Terbalik di Perairan Susuk, Polairud Kutim Berhasil Selamatkan Enam Orang

    Kapal Pemancing Terbalik di Perairan Susuk, Polairud Kutim Berhasil Selamatkan Enam Orang

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

      KUTAI TIMUR – Kapal pemancing KM Bintang Timor tenggelam setelah mengalami kemiringan dan terhantam gelombang di Perairan Susuk, Desa Susuk Luar, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 19.30 WITA. Peristiwa tersebut melibatkan enam orang yang berada di atas kapal, terdiri dari seorang kapten atau juragan, dua anak buah kapal (ABK), […]

  • Kutim Tekankan Pentingnya Sertifikasi K3 demi SDM Konstruksi yang Kompeten dan Aman

    Kutim Tekankan Pentingnya Sertifikasi K3 demi SDM Konstruksi yang Kompeten dan Aman

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang jasa konstruksi. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkab Kutim menggelar Sosialisasi Sub Urusan Jasa Konstruksi dan Sertifikasi K3 Konstruksi, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama antara Pemkab Kutim dan […]

  • Hj. Uci Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan TK2D Kutim

    Hj. Uci Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan TK2D Kutim

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SANGATTA – Anggota Komisi D DPRD Kutai Timur (Kutim), Hj. Uci, S.E., menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) di Kutim. Hal ini menjadi salah satu prioritasnya sejak dilantik menjadi legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Saat ditemui di ruang fraksi PKS, Hj. Uci berbagi pengalaman pribadinya yang pernah mengabdi di […]

  • Festival Pesona Budaya Kutim Resmi Ditutup, Bupati Ardiansyah Sulaiman Janjikan Eksplorasi Lebih Lanjut

    Festival Pesona Budaya Kutim Resmi Ditutup, Bupati Ardiansyah Sulaiman Janjikan Eksplorasi Lebih Lanjut

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Festival Pesona Budaya Kutai Timur (Kutim) yang telah memukau masyarakat selama tiga hari, resmi ditutup pada Minggu malam (23/11/2025) di Helipad Bukit Pelangi. Penutupan acara ditandai dengan apresiasi tinggi dari Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, terhadap seluruh pihak yang terlibat, mulai dari penyelenggara hingga para pegiat budaya. Festival tahun ini menjadi sorotan […]

  • Diskominfo Kutim Gelar Rakor Satu Data, Sekretaris Rasyid Resmi Membuka Kegiatan

    Diskominfo Kutim Gelar Rakor Satu Data, Sekretaris Rasyid Resmi Membuka Kegiatan

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUTAI TIMUR – Dinas Komunikasi dan Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Satu Data Kutai Timur sebagai upaya memperkuat tata kelola data pemerintah daerah. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Diskominfo Staper Kutim, Rasyid, yang hadir mewakili Kepala Diskominfo, Ronny Bonar, Jumat (21/11/2025). Kegiatan yang dihadiri perangkat […]

  • Bupati Menilai  Badan Bank Tanah Memperpanjang Alur Kepemilikan Tanah

    Bupati Menilai  Badan Bank Tanah Memperpanjang Alur Kepemilikan Tanah

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    SANGATTA. Program Tora (Tanah Objek reforma agraria) yang digaungkan pemerintah beberapa tahun lalu, ternyata bukan akhir dari proses kepemilikan tanah redisttribusi bagi masyarakat. Sebab, lahan Tora, masih masuk Badan Bank Tanah,  selama sepuluh tahun, baru sertifikatnya diberikan pada masyarakat, jika memang benar-benar digarap kontinyu. Dengan proses yang masih panjang, tak salah, dalam rapat koordinasi  gugus […]

expand_less