Muaythai Kutim Dibekukan, Caretaker Fokus Selamatkan Persiapan Porprov
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Senin, 31 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kaltim12.com-KUTIM – Persiapan atlet Muaythai Indonesia (MI) Kutai Timur (Kutim) menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim di Kabupaten Paser tetap menjadi perhatian utama setelah kepengurusan MI Kutim resmi dibekukan. Pengurus Provinsi (Pengprov) MI Kalimantan Timur kini menunjuk tim caretaker untuk memastikan pembinaan atlet dan agenda olahraga tetap berjalan.
Pembekuan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Pengprov MI Kaltim Nomor 05 Tahun 2026 tentang sanksi pembekuan kepengurusan MI Kutim. Keputusan itu kemudian ditindaklanjuti dengan SK Nomor 003 Tahun 2026 mengenai penunjukan tim caretaker untuk menjalankan roda organisasi sementara.
Pengprov MI Kaltim menunjuk Charolina Laoh sebagai Ketua Caretaker. Ia didampingi Jepi Darsono sebagai Sekretaris dan Rahman sebagai Bendahara.
Tim caretaker mendapat mandat untuk menjalankan operasional organisasi, melakukan konsolidasi internal, serta mempersiapkan Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) untuk menentukan kepengurusan definitif.
Ketua Caretaker MI Kutim, Charolina Laoh, meminta para atlet dan pelatih tidak larut dalam dinamika organisasi yang tengah berlangsung. Menurutnya, proses transisi kepengurusan harus disikapi secara tenang agar tidak mengganggu persiapan menghadapi kompetisi.
“Kami mengimbau para atlet untuk menyikapi dinamika ini dengan bijaksana. Langkah ini sama sekali tidak bermaksud menjegal (tackling) cabang olahraga tertentu,” ujar Charolina.
Ia menjelaskan, pembekuan kepengurusan berkaitan dengan persoalan administratif dan dinamika internal organisasi. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap hasil Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang sebelumnya telah dilaksanakan.
Hasil Muskab tersebut, kata Charolina, belum dapat disahkan untuk menjadi dasar keberlanjutan kepengurusan MI Kutim. Karena itu, Pengprov MI Kaltim mengambil langkah pembekuan sekaligus menunjuk caretaker untuk mengisi masa transisi.
Meski organisasi sedang berbenah, Charolina memastikan kepentingan atlet tetap menjadi prioritas. Program latihan dan persiapan menghadapi Porprov Kaltim di Paser diupayakan tidak terhenti akibat persoalan administratif.
“Sangat disayangkan jika atlet Kutai Timur yang berprestasi harus terkendala tampil di Porprov hanya karena masalah administrasi kepengurusan. Hal inilah yang menjadi prioritas utama kami,” tegasnya.
Caretaker selanjutnya akan melakukan konsolidasi dengan atlet, pelatih, serta pihak-pihak terkait di lingkungan MI Kutim. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan komunikasi internal tetap berjalan dan program pembinaan tidak terganggu.
Konsolidasi juga diarahkan untuk memetakan kebutuhan atlet menjelang Porprov. Dengan demikian, persoalan organisasi tidak sampai berdampak terhadap kesiapan atlet yang telah menjalani latihan dan pembinaan.
Selain menjaga aktivitas olahraga, tim caretaker memiliki tugas penting menyiapkan Muskablub. Forum tersebut nantinya menjadi momentum untuk memilih Ketua Umum serta membentuk kepengurusan MI Kutim yang baru dan definitif.
Charolina berharap proses Muskablub dapat berlangsung secara tertib dan menghasilkan kepengurusan yang mampu menjalankan roda organisasi secara lebih baik. Kepengurusan baru juga diharapkan dapat memperkuat pembinaan serta memberikan dukungan kepada atlet dalam berbagai kejuaraan.
Dengan adanya caretaker, Pengprov MI Kaltim berharap masa transisi tidak menghambat agenda olahraga Muaythai di Kutim. Fokus utama saat ini adalah menjaga atlet tetap berlatih dan memastikan mereka memiliki kesempatan untuk tampil maksimal pada Porprov Kaltim di Paser.
“Yang paling penting saat ini adalah atlet tetap fokus berlatih dan mempersiapkan diri. Persoalan organisasi akan kami selesaikan melalui mekanisme yang telah ditetapkan,” pungkas Charolina.
![]()
- Penulis: Redaksi Kaltim12


