Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Desa Singa Gembara Masuk Penilaian Desa Berkinerja Baik dalam Penanganan Stunting

Desa Singa Gembara Masuk Penilaian Desa Berkinerja Baik dalam Penanganan Stunting

  • account_circle Redaksi Kaltim12
  • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kaltim12.com, KUTIM – Upaya Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dalam menekan angka stunting mendapat perhatian di tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Desa tersebut masuk dalam penilaian Desa Berkinerja Baik dalam Penanganan Stunting sebagai bagian dari evaluasi program pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Penilaian dilakukan untuk melihat sejauh mana pemerintah desa menjalankan berbagai strategi penanganan stunting, mulai dari perencanaan, pemanfaatan data, pelaksanaan program hingga inovasi yang melibatkan masyarakat.

Dalam proses tersebut, tim penilai dari Pemerintah Provinsi Kaltim menggali sejumlah indikator kinerja Desa Singa Gembara. Evaluasi tidak hanya melihat hasil program, tetapi juga bagaimana desa membangun kolaborasi dengan masyarakat dan berbagai pihak dalam menjalankan intervensi pencegahan stunting.

Sejumlah aspek menjadi perhatian, di antaranya pelaksanaan pra-musyawarah perencanaan pembangunan (pra-musrenbang), pemanfaatan aplikasi Electronic Human Development Worker (EHDW), serta keterlibatan lintas sektor dalam mendukung program kesehatan dan pembangunan sumber daya manusia di tingkat desa.

Tim penilai melibatkan sejumlah unsur, yakni Bappeda, Dinas Kesehatan, Tim Penggerak PKK, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Provinsi Kaltim.

Kepala Desa Singa Gembara, Hamriani Kassa, menyampaikan sejumlah program yang telah dijalankan pemerintah desa dalam mendukung pencegahan stunting. Salah satu inovasi yang menjadi bagian dari pemaparan ialah Dapur Stunting.

Menurutnya, program tersebut dirancang tidak hanya untuk memberikan makanan bergizi kepada sasaran, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi keluarga mengenai pemenuhan gizi dan kesehatan ibu serta anak.

“Dapur Stunting ini bukan hanya tempat membuat makanan sehat. Kami ingin tempat ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkonsultasi dan mendapatkan edukasi mengenai gizi, kesehatan ibu dan anak, serta bagaimana mencegah stunting sejak dini,” kata Hamriani

Ia menjelaskan, persoalan stunting tidak cukup ditangani hanya melalui pemberian makanan tambahan. Pengetahuan keluarga mengenai pola makan, pengasuhan dan kebutuhan tumbuh kembang anak juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.

Karena itu, keberadaan Dapur Stunting diarahkan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan gizi anak. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong keluarga menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan.

Program tersebut juga telah memiliki dasar pengelolaan melalui SK Penunjukan Pengelola Dapur Stunting. Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Desa Singa Gembara mendapat dukungan dari PT PAMA serta Pemerintah Daerah melalui APBDes 2025, khususnya pada bidang kesehatan dan pendidikan.

Hamriani menilai kolaborasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program. Penanganan stunting, kata dia, membutuhkan peran bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan unsur lainnya.

“Target akhirnya bukan hanya desa berkinerja baik, tetapi bagaimana anak-anak kita tumbuh sehat, generasi kita kuat, dan masyarakat semakin memahami pentingnya gizi dan kesehatan,” ujarnya.

Penilaian tingkat provinsi ini menjadi bagian dari rangkaian evaluasi yang diinisiasi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Desa Singa Gembara diberikan kesempatan untuk memaparkan kinerja, capaian serta inovasi yang telah dilakukan dalam penanganan stunting.

Tahapan penilaian berlangsung sekitar 45 menit. Pemerintah Desa Singa Gembara mendapat waktu 15 menit untuk menyampaikan paparan, kemudian dilanjutkan sesi pendalaman melalui tanya jawab selama 30 menit.

Keikutsertaan dalam penilaian tersebut menjadi momentum bagi Desa Singa Gembara untuk mengukur pelaksanaan program yang telah berjalan sekaligus memperkuat strategi pencegahan stunting ke depan. Selain mengevaluasi capaian, proses ini diharapkan mendorong desa terus mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (*/)

  • Penulis: Redaksi Kaltim12

Rekomendasi Untuk Anda

  • PUPR Kutim Genjot Peningkatan Jalan Kabupaten, Wujudkan Akses Mantap untuk Semua Wilayah

    PUPR Kutim Genjot Peningkatan Jalan Kabupaten, Wujudkan Akses Mantap untuk Semua Wilayah

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memprioritaskan pembangunan dan peningkatan kualitas jalan kabupaten. Upaya ini dilakukan untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi antarwilayah. Plt. Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, menjelaskan bahwa sektor infrastruktur, khususnya jalan, menjadi salah satu fokus utama […]

  • Anggota DWP Dilatih Daur Ulang Sampah Rumah Tangga

    Anggota DWP Dilatih Daur Ulang Sampah Rumah Tangga

    • calendar_month Senin, 14 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/, Sangatta – Sebanyak 24 Perwakilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) mengikuti pelatihan daur ulang sampah rumah tangga, yang digelar di Gedung Dharma Wanita di Komplek Perkantoran Bukit Pelangi pada Senin (14/11/2022). Sampah rumah tangga tersebut diubah menjadi eco enzyme dan eco bircks, dimana para peserta dilatih langsung oleh Nurul M Karim dan Yuni Rahayu. Ketua […]

  • Polres Kutim Gelar Rangkaian Kegiatan HUT Bhayangkara, Fokus pada Kebersamaan Warga

    Polres Kutim Gelar Rangkaian Kegiatan HUT Bhayangkara, Fokus pada Kebersamaan Warga

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Bhayangkara, Polres Kutai Timur (Kutim) menyiapkan berbagai kegiatan yang bertujuan mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Beragam lomba dan acara kebersamaan akan digelar sepanjang bulan Juni, sebagai bentuk nyata sinergi antara Polri dan warga. Kapolres Kutim, AKBP Chandra Hermawan, mengungkapkan bahwa ada sekitar sepuluh kegiatan yang […]

  • Tujuh Fraksi DPRD Kutim Sampaikan Pandangan Umum APBD 2025

    Tujuh Fraksi DPRD Kutim Sampaikan Pandangan Umum APBD 2025

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SANGATTA – Sebanyak tujuh fraksi di DPRD Kutai Timur (Kutim) telah menyampaikan pandangan umum terhadap nota pengantar Rencana Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutim Tahun 2025 yang diajukan oleh pemerintah daerah. Rapat Paripurna DPRD Kutim berlangsung pada Jumat, 22 November 2024. Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kutim, […]

  • Demi Cegah Balap Liar, Sat Samapta Polres Kutim Sisir Sejumlah Titik Rawan di Sangatta

    Demi Cegah Balap Liar, Sat Samapta Polres Kutim Sisir Sejumlah Titik Rawan di Sangatta

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    Sangatta – Satuan Samapta Polres Kutai Timur mengintensifkan Patroli Perintis Presisi untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan terkendali, Sabtu malam hingga Minggu pagi (19–20/9/2026). Patroli menyasar sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi gangguan Kamtibmas, mulai dari SPBU, pusat keramaian, kawasan dermaga hingga titik yang rawan digunakan untuk aktivitas balap liar. […]

  • Kelola Anggaran Besar, Bupati Kutim Minta Ketua RT “Jemput Bola” Sisir Anak Putus Sekolah

    Kelola Anggaran Besar, Bupati Kutim Minta Ketua RT “Jemput Bola” Sisir Anak Putus Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menegaskan peran vital Ketua Rukun Tetangga (RT) sebagai ujung tombak pemerintah dalam mengentaskan masalah sosial. Dengan adanya alokasi anggaran program pembangunan berbasis RT yang cukup besar, Bupati meminta para Ketua RT tidak pasif, melainkan aktif menyisir warga yang mengalami masalah ekonomi hingga anak putus sekolah. Ardiansyah […]

expand_less