Kutim Perluas Jaringan Penanganan TBC, PPTI Didorong Aktif di Lapangan
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


Bupati Kutim mengukuhkan Pengurus Anak Cabang (PPTI) di 18 kecamatan Kutim
Kaltim12.com, KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat strategi penanggulangan tuberkulosis (TBC) dengan memperluas peran organisasi masyarakat hingga ke tingkat kecamatan. Melalui pengukuhan Pengurus Anak Cabang (PAC) Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) di 18 wilayah, upaya penanganan kini difokuskan lebih dekat ke masyarakat.Langkah ini dipandang penting mengingat TBC masih menjadi persoalan kesehatan serius yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Pemerintah daerah menilai, keberadaan pengurus di tingkat kecamatan akan mempercepat proses penemuan kasus sekaligus memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.Bupati Kutim menegaskan bahwa penguatan jaringan ini harus diikuti dengan kerja nyata di lapangan. Ia tidak ingin pengukuhan hanya berhenti sebagai kegiatan formal tanpa dampak langsung.“Salah satu tugas yang terpenting itu adalah menemukan, mencatat dan melaporkan. Ini bukan hanya tugas PPTI, tapi juga harus bersinergi dengan puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya,” ujarnya, Senin (27/4/2026).Ia menjelaskan, selama ini masih terdapat kasus TBC yang belum teridentifikasi secara optimal. Kondisi tersebut dinilai menjadi hambatan dalam upaya pengendalian penyakit secara menyeluruh.Karena itu, ia menekankan pentingnya sistem pelaporan yang terstruktur dan berjenjang. Setiap kasus yang ditemukan harus segera masuk dalam data resmi agar bisa ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan.“Begitu mereka mencatat, harus segera dilaporkan secara berjenjang. Karena tanpa pelaporan yang baik, penanganan tidak akan maksimal,” katanya.Selain itu, Bupati juga mengingatkan bahwa Indonesia masih berada di posisi kedua dunia dalam jumlah kasus TBC. Fakta tersebut menjadi alarm bagi daerah untuk meningkatkan kewaspadaan.Menurutnya, karakter penularan TBC yang melalui udara membuat penyakit ini berpotensi menyebar luas jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.“Kita cukup prihatin, karena TBC ini penyebarannya sangat mudah melalui udara. Maka semua pihak harus benar-benar waspada dan bergerak bersama,” ucapnya.Ia kembali menegaskan bahwa keberhasilan penanganan sangat bergantung pada konsistensi seluruh pihak dalam menjalankan langkah-langkah dasar yang telah ditetapkan.“Kata kuncinya adalah temukan, catat dan laporkan. Kalau itu tidak dilakukan, maka upaya penurunan angka TBC akan sulit tercapai,” tegasnya.Sementara itu, Ketua PPTI Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, menyampaikan bahwa pengurus PAC yang baru saja dikukuhkan akan bertugas hingga tahun 2030. Ia menilai, peran pengurus di tingkat kecamatan menjadi ujung tombak dalam program eliminasi TBC.Tidak hanya berfokus pada penemuan kasus, PPTI juga berkomitmen memberikan pendampingan kepada pasien serta mengurangi stigma negatif yang masih berkembang di masyarakat.“Semangat kami adalah memastikan masyarakat tidak ragu melakukan pemeriksaan. Peran aktif pengurus kecamatan sangat vital untuk mencapai target eliminasi TBC di Kutim,” pungkasnya.
![]()
- Penulis: Redaksi Kaltim12


