Breaking News
light_mode
Beranda » Kominfo Kutim » Disbun Kutim Dorong Pengendalian Hama Sawit Ramah Lingkungan, Manfaatkan Bunga hingga Predator Alami

Disbun Kutim Dorong Pengendalian Hama Sawit Ramah Lingkungan, Manfaatkan Bunga hingga Predator Alami

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kutai Timur – Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Timur (Disbun Kutim) terus mendorong pelaku usaha perkebunan, baik perusahaan maupun swadaya, untuk menerapkan sistem pengendalian hama terpadu yang ramah lingkungan. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memenuhi standar sertifikasi perkebunan berkelanjutan.

Penelaah Teknik Kebijakan Disbun Kutim, Nurul Aliah, menjelaskan bahwa pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) kini tidak lagi sekadar membasmi, melainkan memanfaatkan agen hayati. Salah satunya adalah penyediaan habitat bagi predator alami di area perkebunan.

“Kalau di perusahaan, biasanya disediakan gupon atau rumah-rumah untuk burung pemangsa seperti elang dan burung hantu. Memang sengaja dibikinkan rumah di situ sebagai predator alami hama tikus,” ungkapnya,  Senin (24/11/2025).

Selain hewan pemangsa, Nurul juga menyoroti penggunaan tanaman bermanfaat (beneficial plants) untuk mengendalikan serangan ulat api yang kerap merusak daun sawit.

“Untuk mengatasi ulat api, agen hayatinya menggunakan bunga air mata pengantin atau Antigonon. Itu ditanam di sekitar kebun sebagai inang bagi musuh alami hama tersebut,” jelasnya.

Pihaknya juga memperketat pengawasan terhadap penggunaan bahan kimia berbahaya. Nurul menegaskan bahwa sertifikasi ISPO maupun RSPO melarang penggunaan pestisida tertentu yang dapat merusak rantai makanan jangka panjang.

“Dalam sertifikasi, setiap pekebun harus mendapatkan rekomendasi instansi terkait untuk penggunaan pestisida terbatas. Ada zat-zat tertentu yang dipersempit penggunaannya, seperti Paraquat yang kini tidak diperbolehkan,” tegas Nurul.

Pembatasan ini krusial untuk mencegah kematian satwa non-target yang berada dalam rantai makanan di area perkebunan.

“Pestisida berbahaya bisa memutus rantai makanan secara fatal. Konsumen atau pemangsa tingkat kedua bisa ikut mati jika mangsanya terpapar racun keras tersebut, makanya penggunaannya sangat kami awasi demi keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya.(Adv/Kominfo)

Loading

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • APBD Tahun 2026 Turun, DPRD Bantu Pemerintah Cari ‘Tambahan’

    APBD Tahun 2026 Turun, DPRD Bantu Pemerintah Cari ‘Tambahan’

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur (Kutim) tahun 2026 diproyeksi hanya sekitar Rp4,8 triliun lebih. Dengan APBD yang turun drastis, dibanding tahun 2024 dengan nilai Rp14 triliun lebih atau APBD 2025 dengan nilai Rp8 triliun lebih, DPRD Kutim turun tangan. Terutama mensosialisasikan Perda No4 Tahun 2025 yang merupakan perubahan Perda No […]

  • DPRD Kutim Soroti Kesiapsiagaan Bencana, Minta Sinergi BPBD dan Edukasi Dini

    DPRD Kutim Soroti Kesiapsiagaan Bencana, Minta Sinergi BPBD dan Edukasi Dini

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kutai Timur, Eddy Markus Palinggi, mendesak penguatan mitigasi dan edukasi kebencanaan di daerah untuk memastikan kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat menghadapi potensi bencana alam. Desakan ini disampaikan dalam pertemuan yang membahas kesiapsiagaan daerah pada 16 November 2025. Politisi Partai NasDem tersebut menyoroti beberapa aspek krusial yang harus ditingkatkan, […]

  • Jelang Lebaran, Bupati Tinjau Pasar Pastikan Ketersedian Kebutuhan Pokok

    Jelang Lebaran, Bupati Tinjau Pasar Pastikan Ketersedian Kebutuhan Pokok

    • calendar_month Selasa, 18 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KALTIM.12.COM, SANGATTA – Menjelang Hari Hari Idul Fitri yang jatuh pada Sabtu 23 April 2023 mendatang, ketersedian Kebutuhan Pokok di Kutai Timur masih terpantau aman dan juga belum ada kenaikan. Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman bersama Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang meninjau langsung  ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Sangatta, Kutai Timur. Saat […]

  • Zona Merah COVID-19 di Kaltim, Hanya di Kota Balikpapan

    Zona Merah COVID-19 di Kaltim, Hanya di Kota Balikpapan

    • calendar_month Selasa, 6 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/, Samarinda – Kondisi perkembangan kasus COVID-19 di Kalimantan Timur terus mengalami perubahan yang sangat signifikan. Bahkan zona merah kini hanya satu daerah. Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kaltim Senin (5/12/2022), satu daerah yang masih berzona merah yakni Balikpapan. Tercatat empat daerah berzona orange yaitu, Berau, Samarinda, Paser dan Penajam Paser Utara. Sedangkan lima […]

  • Debut Perdana,Indah Cahyani Zaenur Raih Dua Gelar Puteri Pelajar Kalimantan Timur 2026

    Debut Perdana,Indah Cahyani Zaenur Raih Dua Gelar Puteri Pelajar Kalimantan Timur 2026

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/,Samarinda – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Indah Cahyani Zaenur, pelajar SMAN 1 Loa Janan, dalam ajang Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur 2026. ‎Pada ajang pageant tingkat provinsi tersebut, Indah berhasil meraih dua gelar sekaligus, yakni Puteri Pelajar Pariwisata Kaltim 2026 dan Puteri Pelajar Favorit Kaltim 2026. ‎Keikutsertaan Indah dalam ajang ini menjadi pengalaman yang sangat […]

  • Konsolidasi Nasional KPU Dihadiri 6.341 Anggota

    Konsolidasi Nasional KPU Dihadiri 6.341 Anggota

    • calendar_month Jumat, 2 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/, Jakarta – Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari menyampaikan sebanyak 6.341 anggota dan kesekjenan KPU, baik dari tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota di seluruh Indonesia menghadiri kegiatan Konsolidasi Nasional (Konsolnas) KPU di Ancol, Jakarta, 1-3 Desember 2022. “Peserta yang hadir dalam konsolnas atau konsolidasi nasional ini berjumlah sekitar 6.341 orang terdiri atas para anggota KPU […]

expand_less