PUPR Kutim Siapkan Polder Ilham Maulana Sangatta Jadi Ruang Terbuka Hijau dan Kawasan Rekreasi Terpadu
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Joni Abdi Setia, memastikan bahwa kawasan Polder Ilham Maulana Sangatta akan dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau (RTH) sekaligus area rekreasi masyarakat. Pengembangan ini menjadi bagian dari rencana penataan ulang fungsi folder yang selama ini semakin berkembang menjadi pusat aktivitas warga.
Joni menjelaskan, meskipun Polder dibangun sebagai sarana teknis pengendali banjir, fungsinya kini berkembang jauh lebih luas. Setiap hari kawasan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, bersantai, dan berkumpul. Karena itu, PUPR menilai penting adanya penataan agar fungsi teknis dan fungsi sosial dapat berjalan berdampingan.
“Ke depan, Polder itu tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai pengendali air, tetapi juga kita siapkan sebagai ruang terbuka hijau yang nyaman untuk aktivitas masyarakat,” tegasnya, Jumat (14/11/2025)
Menurutnya, konsep yang akan diterapkan adalah mix use development, yaitu pemanfaatan ruang yang menggabungkan beberapa fungsi sekaligus tanpa menghilangkan peran utama Polder sebagai penampung dan pengatur aliran air. Penataan ini mencakup area jogging, tempat duduk, area hijau, hingga ruang publik yang tertata rapi.
“Aktivitas masyarakat tetap diperbolehkan. Olahraga, jogging, rekreasi silakan. Tapi semua harus diatur. Karena selama ini penggunaan kawasan Polder tidak terkelola dengan baik,” tambah Joni.
Ia menjelaskan, kawasan sekitar Polder memang memiliki karakter yang sejuk karena berada di dekat air. Suhu yang lebih rendah dibanding area lain menjadi daya tarik alami yang mendukung pengembangan RTH. Namun untuk memaksimalkan potensi tersebut, pengelolaan yang profesional harus segera dibentuk.
PUPR Kutim telah menyiapkan langkah penataan secara bertahap, termasuk penyediaan fasilitas umum yang lebih aman dan terawat. “Tujuannya agar Polder tetap berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga menjadi kawasan hijau yang bersih, indah, dan layak dimanfaatkan masyarakat,” tutup Joni.(Adv/Kominfo)
![]()
- Penulis: Redaksi


