DPRD Kutim Desak Audit Total ADD 2024: Realisasi 99 Persen dari Rp 1 Triliun Dinilai Tak Masuk Akal
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kutai Timur – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Aidil Fitri, mendesak pembentukan tim audit khusus untuk memeriksa Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2024 secara menyeluruh. Desakan ini mencuat setelah adanya laporan pertanggungjawaban yang mengklaim realisasi anggaran mencapai 99 persen dari total dana fantastis sebesar Rp 1 triliun 14 miliar.
Aidil menilai persentase penyerapan anggaran yang nyaris sempurna tersebut mengandung kejanggalan dan sulit diterima akal sehat, mengingat besarnya pagu anggaran yang dikelola dalam kurun waktu satu tahun anggaran.
“Kami meminta agar ADD tahun 2024 diaudit secara serius. Dananya sangat besar, mencapai Rp 1,014 triliun. Jika laporan menyebutkan terealisasi 99 persen, rasanya itu angka yang tidak masuk akal. Karena itu, mutlak diperlukan audit secara komprehensif,” tegas Aidil saat ditemui di Sangatta, Sabtu (22/11/2025).
Politisi ini menekankan agar mekanisme pemeriksaan tidak lagi menggunakan sistem uji petik atau sampling acak. Ia meminta tim pemeriksa benar-benar turun langsung ke setiap desa tanpa terkecuali. Langkah verifikasi faktual di lapangan dinilai wajib dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara laporan administrasi dengan fisik pembangunan yang ada.
Di sisi lain, Aidil juga menyoroti instruksi Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, yang sebelumnya telah memerintahkan Inspektorat Wilayah (Itwil) untuk mengaudit 80 desa yang dicurigai bermasalah. Meski DPRD mendukung penuh langkah tersebut, hingga kini pihaknya mengaku belum menerima laporan hasil pemeriksaan dari Itwil.
“Desa yang terbukti transparan dan berkinerja baik tentu wajar diberi penghargaan (reward). Namun sebaliknya, jika ditemukan ketidaksesuaian, harus diperiksa penyebabnya,” pungkasnya.(Adv/DPRD)
![]()
- Penulis: Redaksi