Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Jalan Mantap Kutim Masih 34,78 Persen, APBD Anjlok ke Rp5,1 Triliun

Jalan Mantap Kutim Masih 34,78 Persen, APBD Anjlok ke Rp5,1 Triliun

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

www.kaltim12.com/,KUTIM – Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih menghadapi tantangan serius. Hingga 2025, persentase jalan kabupaten dengan kategori mantap tercatat baru mencapai 34,78 persen, atau hanya meningkat tipis dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 33,27 persen.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas jalan di Kutim berjalan lambat. Padahal, infrastruktur jalan menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung konektivitas antarwilayah dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah juga dihadapkan pada tekanan fiskal yang cukup berat. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutim mengalami penurunan signifikan, dari sekitar Rp9,8 triliun pada 2025 menjadi Rp5,1 triliun pada 2026.

Penurunan anggaran ini berdampak pada ruang gerak pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan, termasuk sektor infrastruktur jalan. Meski demikian, Pemkab Kutim tetap berupaya menjaga keberlanjutan pembangunan.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan strategi untuk mengatasi keterbatasan anggaran tersebut.

“Salah satu langkah yang kita lakukan adalah melalui program multiyears. Tahun ini sebagian besar difokuskan pada peningkatan jalan,” ujarnya.

Menurutnya, skema tahun jamak tersebut diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas jalan, khususnya yang selama ini belum masuk kategori mantap.

Program tersebut tidak hanya menyasar jalan utama, tetapi juga menjangkau akses jalan antar desa, lingkungan permukiman, hingga kawasan perkotaan yang masih membutuhkan perhatian serius.

Noviari menegaskan, meskipun pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran, program multiyears tetap menjadi prioritas dan tidak mengalami pemangkasan.

“Untuk program multiyears, harapannya tidak ada pengurangan. Kita tetap mengikuti arahan dari pemerintah pusat,” tegasnya.

Ia menambahkan, kebijakan efisiensi lebih difokuskan pada pengurangan belanja operasional seperti perjalanan dinas, kegiatan rapat, dan bimbingan teknis, tanpa mengganggu program pembangunan yang bersifat strategis.

Loading

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kutim Incar Juara Umum di Porprov VII Kaltim

    Kutim Incar Juara Umum di Porprov VII Kaltim

    • calendar_month Sabtu, 19 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/,Sangatta – “Menangkan setiap pertandingan dan kembali membawa kemenangan,” ucap Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyemangati atlet-atlet yang dilepas berangkat ke Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur ke-VII di Berau. Hal yang membangkitkan semangat juang atlet-atlet yang mengikuti acara pelepasan di Polder Ilham Maulana Sangatta pada Sabtu (19/11/2022). Dimana dilanjutkan orang Nomor Satu di Kutim itu, […]

  • APPMBGI Kutim Resmi Terbentuk, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis hingga Desa

    APPMBGI Kutim Resmi Terbentuk, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis hingga Desa

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    Kaltim12.com, BALIKPAPAN – Dewan Pimpinan Daerah Tingkat II Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Makanan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Kabupaten Kutai Timur resmi terbentuk. Pembentukan organisasi tersebut ditandai dengan penyerahan surat keputusan (SK) kepengurusan oleh Ketua DPD I APPMBGI Kalimantan Timur, Adam Dustin. Kehadiran APPMBGI Kutai Timur menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis […]

  • APBD Kutai Timur 2025 Disahkan Sebesar Rp11,151 Triliun

    APBD Kutai Timur 2025 Disahkan Sebesar Rp11,151 Triliun

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SANGATTA – Setelah melalui pembahasan yang panjang dan intensif, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur Tahun Anggaran (TA) 2025 resmi disahkan oleh DPRD Kutim dalam Rapat Paripurna ke-XXII, Selasa (26/11/2024) malam, di ruang Sidang Utama Gedung DPRD, Bukit Pelangi. Pengesahan ditandai dengan penandatanganan persetujuan bersama oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Ketua DPRD […]

  • Prioritaskan Infrastruktur, Akhmad Sulaiman Kawal Usulan Warga Dapil V

    Prioritaskan Infrastruktur, Akhmad Sulaiman Kawal Usulan Warga Dapil V

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Akhmad Sulaiman, terus memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait infrastruktur. Selain mendorong skema tahun jamak (multi-years) untuk jalan poros, ia memastikan program tahunan seperti irigasi, jalan tani, dan pembangunan sekolah tetap menjadi perhatian. Sulaiman menjelaskan, usulan program tahunan tersebut […]

  • Jelang Lebaran, Bupati Tinjau Pasar Pastikan Ketersedian Kebutuhan Pokok

    Jelang Lebaran, Bupati Tinjau Pasar Pastikan Ketersedian Kebutuhan Pokok

    • calendar_month Selasa, 18 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KALTIM.12.COM, SANGATTA – Menjelang Hari Hari Idul Fitri yang jatuh pada Sabtu 23 April 2023 mendatang, ketersedian Kebutuhan Pokok di Kutai Timur masih terpantau aman dan juga belum ada kenaikan. Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman bersama Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang meninjau langsung  ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Sangatta, Kutai Timur. Saat […]

  • Masyarakat Ikuti Rakor Pengelolaan Cagar Budaya – Sejarah Kutim

    Masyarakat Ikuti Rakor Pengelolaan Cagar Budaya – Sejarah Kutim

    • calendar_month Kamis, 17 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/, Bengalon – Keterliatan masyarakat dalam menata kajian sejarah dan kewilayahan harus dilibatkan secara penuh, agar esensi nilai-nilai yang muncul kepermukaan tidak jauh atau bahkan tak melekat pada masyarakat di lokasi tersebut. Di Bengalon ada beberapa cagar budaya yang berkaitan erat dengan sejarah awal perkembangan pemukiman dan penduduk, di wilayah tersebut seja era jaman penjajahan […]

expand_less