Andalkan Proyek Metanol Rp 41 Triliun di Bengalon, Pemkab Kutim Optimis Ekonomi Bisa Capai 6 Persen
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA. Pertumbuhan ekonomi antar daerah rupanya tidak ditentukan banyaknya sumber daya alam (SDA) semata. Ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang dipaparkan Badan Pusat Statistik (BPS) pusat dalam rapat Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkai dengan rilis pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota triwulan II-2026 secara virtual, Senin (7/9/2026). Dimana ada daerah yang tumbuh belasan persen, namun ada juga daerah yang tumbuh hanya tidak sampai satu persen, jauh dibawa pertumbuhan ekonomi nasional 5,4 persen.
Salah satu kabupaten yang pertumbuhan ekonominya cukup rendah adalah Kutai Timur (Kutim). Dimana semester pertama tahun ini hanya tumbuh 1,71 persen. Padahal, APBD Kutim Rp 5,7 triliun, jumlah yang dianggap cukup besar untuk mendongkrak ekonomi dan pembangunan masyarakat. Belum lagi dengan besarnya tambang dan banyaknya perusahan di Kutim yang ternyata belum bisa meningkatkan ekonomi secara signifikan.
Menanggapi rendahnya pertumbuhan ekonomi Kutim, wakil Bupati Kutim Mahyunadi usai zoom meeting di Ruang Tempudau, Kantor Sekretariat Pemkab Kutim menyatakan harapannya agar target pertumbuhan ekonomi 6 persen yang ditetapkan pemerintah pusat akan terealisasi akhir tahun ini.
Awal tahun ini memang pertumbuhan ekonomi kita masih rendah. Tapi kita masih optimis di akhir tahun kita akan mencapai target nasional 6 persen, katanya.
Disebutkan, beberapa factor yang akan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi di semester II tahun ini antara lain dengan dimulainya proyek besar yakni pembangunan hilirasasi batu bara berupa pabrik metanol di Bengalon.
Groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi metanol (coal to methanol) oleh PT Bumi Etam Chemical (BEC) di Bengalon, Kutai Timur, yang dilakukan akhir Agustus lalu diharapkan akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di akhir tahun, katanya.
Sekedar diketahui, Proyek dengan nilai Investasi mencapai Rp41,52 triliun, yang berlokasi di Kawasan Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), Kecamatan Bengalon, diharapkan akan menyerap ribuan tenaga kerja. (Fhany/ADV/*)
![]()
- Penulis: Redaksi Kaltim12


