Disdikbud Kutim Siapkan Galeri Arkeologi Bertransformasi Menjadi Museum, Bidik Pusat Edukasi
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Jumat, 6 Nov 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kaltim12.com,KUTIM – Pengembangan fasilitas kebudayaan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) diarahkan pada pembentukan museum yang mampu menjadi pusat pembelajaran sekaligus penyimpanan informasi sejarah dan warisan budaya daerah. Galeri Arkeologi yang selama ini dimanfaatkan sebagai sarana pengenalan kebudayaan diproyeksikan menjadi bagian dari rencana tersebut.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Ilham, mengatakan proses pendirian museum saat ini masih berjalan. Keberadaan galeri menjadi salah satu tahapan awal dalam mempersiapkan fasilitas kebudayaan yang lebih representatif.
Menurutnya, perubahan status dan fungsi galeri menjadi museum diharapkan dapat memperluas manfaat fasilitas tersebut. Tidak hanya sebagai tempat melihat peninggalan sejarah, tetapi juga ruang untuk menggali pengetahuan mengenai perjalanan budaya daerah.
“Alhamdulillah, Kutai Timur sudah berproses untuk mendirikan museum. Nantinya galeri ini akan menjelma menjadi museum yang bisa dimanfaatkan lebih luas,” ujarnya.
Ilham menjelaskan, museum yang direncanakan tidak hanya diperuntukkan bagi siswa sekolah dasar. Pelajar tingkat menengah, mahasiswa hingga kalangan akademisi juga diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.
Keberadaan museum dinilai penting untuk memberikan akses pembelajaran yang lebih dekat dengan sumber informasi sejarah. Dengan begitu, pengetahuan kebudayaan tidak hanya diperoleh melalui buku maupun materi pembelajaran di sekolah.
Ia berharap pengembangan museum dapat menghadirkan fasilitas yang memenuhi standar pengelolaan kebudayaan. Pembenahan diperlukan agar koleksi, informasi sejarah dan berbagai referensi yang tersedia dapat disajikan secara lebih terstruktur.
“Harapan kami museum ini nantinya menjadi tempat riset dan pendidikan, mulai dari pelajar TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi,” jelasnya.
Selain kalangan pendidikan, museum tersebut juga dirancang agar dapat dimanfaatkan peneliti dari berbagai daerah, termasuk akademisi dari luar negeri. Keterbukaan terhadap kegiatan penelitian diharapkan memperkaya kajian mengenai sejarah dan kebudayaan Kutim.
Ilham menilai dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting untuk merealisasikan rencana tersebut. Sebab, pembangunan museum membutuhkan kesiapan fasilitas, pengelolaan serta dukungan pembiayaan yang memadai.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa memberikan dukungan anggaran yang cukup untuk pengembangan kebudayaan dan pembangunan museum,” pungkasnya.(Adv/Kominfo)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


