Fasilitas Galeri Arkeologi Masih Sederhana, Disdikbud Kutim Harapkan Tambahan Anggaran
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Kamis, 5 Nov 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kaltim12.com,KUTIM – Pengembangan sarana kebudayaan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih membutuhkan dukungan pembiayaan agar dapat memberikan pelayanan edukasi yang lebih optimal. Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian ialah Galeri Arkeologi yang saat ini masih memiliki keterbatasan dari sisi sarana maupun pengelolaan.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Ilham, mengakui fasilitas galeri yang tersedia belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan sebagai ruang pembelajaran kebudayaan. Karena itu, pembenahan diperlukan agar keberadaannya semakin representatif.
Ia menilai pengembangan fasilitas tersebut harus dilakukan secara bertahap, mulai dari penataan ruang, peningkatan pengelolaan hingga penyediaan sarana pendukung. Dengan perbaikan tersebut, galeri diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi masyarakat.
“Kami memang memahami bahwa fasilitas yang ada di Galeri Arkeologi atau Galeri Kebudayaan ini masih sangat sederhana,” ujarnya saat di temui di ruang kerjanya, Kamis (5/11/2026).
Menurut Ilham, keberadaan galeri memiliki peran penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya Kutim kepada generasi muda. Fasilitas tersebut dapat menjadi sumber referensi tambahan bagi satuan pendidikan untuk memperluas materi pembelajaran di luar lingkungan sekolah.
Namun, fungsi tersebut perlu ditunjang dengan kondisi tempat yang memadai. Penataan yang lebih baik juga diperlukan agar informasi mengenai sejarah dan kebudayaan daerah dapat disampaikan secara sistematis.
Selain pembenahan fasilitas, Disdikbud Kutim juga mendorong penguatan kelembagaan melalui rencana pembangunan museum. Galeri yang ada saat ini diproyeksikan menjadi bagian dari pengembangan fasilitas tersebut.
Ilham berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan anggaran sektor kebudayaan. Menurutnya, pembiayaan yang memadai akan menentukan keberlanjutan pengembangan sarana sekaligus program pelestarian warisan budaya.
“Harapan kami pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bisa menata kembali galeri ini agar pengelolaannya menjadi lebih baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengembangan museum tidak cukup hanya dengan membangun gedung. Diperlukan pula dukungan terhadap pengelolaan koleksi, penyediaan informasi serta kesiapan fasilitas yang dapat menunjang kegiatan pendidikan dan penelitian.
Dengan dukungan anggaran yang tepat, galeri diharapkan dapat berkembang menjadi pusat pengetahuan kebudayaan yang dapat dimanfaatkan berbagai kalangan.
“Kami berharap ada alokasi anggaran yang memadai untuk pengembangan kebudayaan dan pembangunan museum, sehingga fasilitas ini nantinya benar-benar bisa menjadi wadah pendidikan dan penelitian,” pungkasnya.(Adv/Kominfo)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


