Asisten 1 Sebut Pelaksanaan PJJ Tergantung Kondisi Cuaca di Kutim
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sangatta – Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan di Kutai Timur (Kutim) dilakukan menyesuaikan dengan laporan cuaca. Selain itu, PJJ berdasarkan kondisi kewilayahan. Di mana yang dilakukan PJJ adalah wilayah-wilayah yang memang berdasarkan pengukuran kualitas udaranya tidak memungkinkan untuk dilakukan pelaksanaan kegiatan tatap muka atau fisik di lapangan.
“Kegiatan yang saya sampaikan tadi itu (dalam rapat,Red) juga nanti akan disesuaikan dengan laporan kondisi udara di Kuta Timur,” jelas Asisten pemerintahan Umum dan Kesra Sekretariat Pemkab Kutim Trisno, S.tp, pada sejumlah awak media belum lama ini
Disebutkan, di dalam laporan kondisi udara itu ada beberapa klaster umur, klaster umur yang sehat, tidak sehat dan segala macam tentunya menyesuaikan itu.
PJJ juga demikian.Jadi nanti seluruh agenda ini bukan terkait PJJ, tapi terkait dengan menjaga kesehatan masyarakat terkait dengan indikasi gangguan kesehatan berkenan dengan pencemaran lingkungan tetap menjadi perhatian khusus dalam seluruh rangkaian kegiatan rutin.
Karena itu, sebagai antisipasi, pemerintah memperkuat pengamanan alat Kesehatan (alkes) seperti penyediaan masker dan segala macam, penguatan tenaga medis dan yang lain sebagainya.
“Kalau memang tidak ekstrem, kalau ekstrem bisa saja di tunda dibatalkan. Kalau dalam kondisi sangat berbahaya dan ekstrem, saya rasa tidak cukup alasan untuk tetap dilaksanakan.Bisa ditunda, bisa dibatalkan,” katanya.
Tetapi sepanjang itu tidak ekstrem, menurut analisis kesehatan masih mungkin kan,akan tetap dilaksanakan tetapi dengan penguatan. “Dengan mitigasi kesehatan,” pungkasnya (ADV/*)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


