Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Kidang Kritik Ketidakadilan Pusat: Kutim Penghasil SDA, Tapi Jalan Tetap Rusak

Kidang Kritik Ketidakadilan Pusat: Kutim Penghasil SDA, Tapi Jalan Tetap Rusak

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kutai Timur – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Kidang, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambatnya pembangunan infrastruktur di Kalimantan, khususnya Kutim, meski daerah tersebut menjadi salah satu penyumbang terbesar sumber daya alam nasional. Ia menilai ketimpangan pembangunan semakin terlihat ketika membandingkan kondisi jalan di Pulau Jawa dengan wilayah Kalimantan.

Kidang menyampaikan bahwa pembangunan di Jawa terlihat jauh lebih maju, bahkan hingga ke akses jalan di pematang sawah yang telah dicor beton. Sementara itu di Kalimantan, banyak jalan utama justru masih dalam kondisi memprihatinkan.

“Saya irih dengan pembangunan di Jawah. Pematang sawah mereka saja dicor, sementara di Kaltim, jalan utama saja masih banyak yang rusak parah,” ujarnya, Jumat (11/11/2025).

Menurutnya, ketidakmerataan pembangunan ini bukan sekadar persoalan teknis di daerah, melainkan bentuk ketidakadilan pemerintah pusat dalam mengalokasikan dana pembangunan. Kutim dan wilayah Kalimantan lainnya, kata Kidang, selama ini menjadi daerah penghasil batu bara, minyak dan gas bumi, serta kelapa sawit yang terus dikeruk setiap tahun. Namun dana bagi hasil yang dikembalikan pusat dirasa tidak sebanding dengan kontribusi besar tersebut.

“Terutama Kutai Timur ini. Kita daerah penghasil, tapi dana bagi hasil yang dikembalikan pemerintah pusat ke Kutim sangat kecil. Makanya anggaran untuk pembangunan tidak cukup. Apalagi daerah kita ini sangat luas,” tegasnya.

Kidang menambahkan, kondisi tersebut seringkali membawa tekanan tersendiri bagi anggota legislatif di daerah. Saat melakukan reses, masyarakat kerap menagih berbagai janji pembangunan, termasuk perbaikan jalan dan penyediaan akses infrastruktur lain yang dianggap sangat mendesak.

Ia menilai persoalan tersebut hanya bisa diselesaikan jika pemerintah pusat mulai memberikan porsi dana yang lebih adil, terutama dari royalti batu bara. Dengan anggaran yang memadai, Kutim dapat mengejar ketertinggalan dan menghadirkan pembangunan yang sebanding dengan potensi yang dimilikinya.

“Karena itu ke depan kita berharap agar pemerintah pusat lebih adil dengan pembagian royalti batu bara. Sebab Kalimantan, terutama Kutai Timur, masih sangat membutuhkan dana untuk membiayai pembangunan, terutama infrastruktur jalan,” ungkapnya.

Kidang menegaskan bahwa masyarakat daerah penghasil berhak merasakan manfaat nyata dari kekayaan alam yang dihasilkan di wilayahnya. Ia berharap ketertinggalan pembangunan di Kalimantan dapat segera teratasi melalui kebijakan yang lebih berpihak pada keadilan fiskal.

“Kita ingin membangun agar bisa mengejar ketertinggalan dibanding dengan daerah Pulau Jawa yang sudah sangat maju, meskipun mereka tidak punya sumber daya alam,” pungkasnya.(Adv/DPRD)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Respon Pandangan Fraksi DPRD, Pemkab Kutim Tegaskan Pengelolaan APBD 2026 Transparan dan Efisien

    Respon Pandangan Fraksi DPRD, Pemkab Kutim Tegaskan Pengelolaan APBD 2026 Transparan dan Efisien

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menegaskan komitmennya untuk mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan prinsip transparansi dan efisiensi ketat. ​Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kutim, Ade Achmad Yulkafilah, saat menyampaikan jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD dalam Rapat Paripurna […]

  • DLH Kutim Targetkan Program Kampung Iklim Terbentuk di 136 Desa

    DLH Kutim Targetkan Program Kampung Iklim Terbentuk di 136 Desa

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    Sangatta –  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur (Kutim) menargetkan Program Kampung Iklim dapat terbentuk di 136 desa. Program tersebut diarahkan untuk mendorong masyarakat ikut bergerak dalam upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Kabid Penataan DLH Kutim Nurrahmi Asmalia mengatakan, Program Kampung Iklim melibatkan berbagai unsur masyarakat di tingkat komunitas. Tingkatan paling rendah dalam […]

  • Bukit Asalea, Magnet Wisata Baru Swarga Bara yang Menawan

    Bukit Asalea, Magnet Wisata Baru Swarga Bara yang Menawan

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Swarga Bara di Kutai Timur kini memiliki daya tarik wisata alam baru selain Telaga Batu Arang, yakni Bukit Asalea. Dengan panorama alam yang indah dan suasana sejuk, bukit ini semakin ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar. Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, meyakini bahwa Bukit Asalea memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi […]

  • Bimtek Psikotes Pertama di Kutim, Dorong Pencari Kerja Lokal Lebih Siap Bersaing

    Bimtek Psikotes Pertama di Kutim, Dorong Pencari Kerja Lokal Lebih Siap Bersaing

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) tips dan trik menghadapi psikotes masuk perusahaan. Kegiatan ini tercatat sebagai yang pertama kali dilaksanakan di Kutim, bahkan diduga juga baru pertama di wilayah Kalimantan Timur. Bimtek ini di laksanakan mulai dari Tanggal 29 September – […]

  • Mahyunadi Tekankan Pentingnya Meluruskan Sejarah Lokal Kutim

    Mahyunadi Tekankan Pentingnya Meluruskan Sejarah Lokal Kutim

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi menekankan pentingnya meluruskan sejarah lokal agar generasi muda memperoleh pemahaman berdasarkan sumber yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal itu disampaikan Mahyunadi saat memberikan sambutan dalam Workshop Storytelling dan Digital Content Sejarah Lokal yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur di Hotel Zenova Royale, Rabu (9/9/2026). […]

  • Talkshow HIPMA-KT Bahas Tantangan Dunia Kerja dan Masa Depan Tenaga Kerja Kutim

    Talkshow HIPMA-KT Bahas Tantangan Dunia Kerja dan Masa Depan Tenaga Kerja Kutim

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    SANGATTA – Himpunan Pelajar Mahasiswa Kutai Timur (HIPMA-KT) menggelar talkshow bertajuk “Memetakan Peluang dan Menaklukkan Tantangan Dunia Kerja Terkini” di Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim), Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi untuk membahas perubahan dunia kerja, peluang investasi, kebutuhan keterampilan tenaga kerja, hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam menghadapi perkembangan […]

expand_less