Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Distribusi dari Jawa dan Sulawesi Picu Kenaikan Harga Beras di Kutim

Distribusi dari Jawa dan Sulawesi Picu Kenaikan Harga Beras di Kutim

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

www.kaltim12.com/, KUTIM – Lonjakan harga beras di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) selama bulan suci Ramadan dipicu tingginya biaya distribusi dari luar daerah, terutama dari Pulau Jawa dan Sulawesi.

Ketergantungan terhadap pasokan luar wilayah membuat harga beras di pasaran sulit menyesuaikan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) nasional.

Kondisi ini berdampak langsung pada harga jual di tingkat pedagang eceran. Untuk beras premium, harga di Kutim saat ini berada di kisaran Rp16.400 hingga Rp17.000 per kilogram. Sementara beras medium dijual antara Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram.

Padahal, berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional (NFA) Nomor 5 Tahun 2024, HET beras premium untuk wilayah Kalimantan ditetapkan sebesar Rp15.400 per kilogram, sedangkan beras medium Rp13.100 per kilogram. Artinya, harga di lapangan saat ini berada di atas ketentuan tersebut.

Fungsional Ahli Madya pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Benita, mengakui bahwa persoalan utama bukan semata pada pengawasan harga, melainkan pada struktur distribusi yang panjang dan mahal.

“Nah, untuk beras premium sebenarnya gini, yang membuat dilema Disperindag bukan kami tidak mengatasi, tetapi mengingat daerah kita ini kan bukan daerah penghasil tetapi daerah konsumen,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Ia menjelaskan, Kutim sepenuhnya bergantung pada pasokan beras dari luar daerah. Harga di tingkat produsen memang relatif lebih rendah, namun ketika memasuki rantai distribusi antarpulau, biaya terus bertambah.

“Beras sendiri kalau di produsennya, kita kan ngambil di Pulau Jawa dan Sulawesi. Dari sana aja misalnya Rp13.500. Dari sana ke kapal untuk ngangkut ke sini, itu ada kuli bongkar muatnya. Kemudian sudah di kapal nyampai di Samarinda ataupun Balikpapan itu biaya lagi,” jelasnya.

Setelah tiba di pelabuhan besar seperti Samarinda atau Balikpapan, beras masih harus diangkut melalui jalur darat menuju Kutim. Jarak yang jauh dan kondisi infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya ideal turut menambah beban biaya distribusi.

Menurut Benita, kondisi geografis ini membuat penerapan HET yang disamakan dengan wilayah produsen seperti Pulau Jawa menjadi tidak sepenuhnya relevan.

“HET di Kutim disamakan dengan HET Pulau Jawa. Sementara letak geografis dari provinsi ke kabupaten jaraknya sangat jauh dengan kondisi jalan yang kurang bagus,” katanya.

Situasi tersebut menempatkan agen dan distributor pada posisi sulit. Jika menjual sesuai HET, mereka berisiko merugi. Namun jika menjual di atas HET, potensi sanksi hukum mengintai.

“Kalau kita menekankan ke agen meminta mereka menjual seperti harga HET, mereka akan mogok, mereka tidak akan menyuplai beras. Tapi kalau mereka menjual di atas harga HET, mereka akan tersangkut dengan kasus hukum,” tambahnya.

Pemerintah daerah pun menghadapi dilema antara menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan tetap tersedia di pasaran. Disperindag Kutim sejauh ini memilih melakukan pendekatan persuasif kepada pelaku usaha agar margin keuntungan ditekan seminimal mungkin.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan beras selama Ramadan tanpa memicu lonjakan harga yang lebih tinggi, sekaligus menghindari potensi kelangkaan akibat terhentinya distribusi.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesta Budaya Bengen Lepek Majeu ini tradisi masyarakat Rindang benua

    Pesta Budaya Bengen Lepek Majeu ini tradisi masyarakat Rindang benua

    • calendar_month Senin, 29 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SANGATTA-Kepala Dinas Pariwisata Kutai Timur Dr.H .Nurullah, M.Pd hadir di Pesta Budaya Bengen Lepek Majeu  yang digelar oleh masyarakat Suku Dayak Kenya yang berada di Dusun Rindang Benua jl. Poros Sangatta Bontang KM.10 Kecamatan Sangatta Selatan Kutai Timur,Sabtu(27/05/2023). Pesta Budaya Bengen Lepek Majeu  ini dibuka secara langsung oleh Bupati Kutai Timur  Drs.H. Ardiansyah Sulaeman M.Si. […]

  • Wabup Mahyunadi: Festival Budaya Jadi Momentum Kebangkitan UMKM Kutim

    Wabup Mahyunadi: Festival Budaya Jadi Momentum Kebangkitan UMKM Kutim

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai timur – Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menegaskan bahwa gelaran festival budaya daerah bukan sekadar ajang pelestarian seni, melainkan strategi vital untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan. Dalam sambutannya, Mahyunadi mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan momentum keramaian ini untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Mahyunadi menyoroti pentingnya sinergi antara pelestarian budaya […]

  • Anggota DPRD Kutim Tanggapi 6 Poin Tuntutan Buruh

    Anggota DPRD Kutim Tanggapi 6 Poin Tuntutan Buruh

    • calendar_month Selasa, 2 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/%E2%80%93 Kemeriahan Hari Buruh Internasional Di Kutai Timur menjadi daya tarik tersendiri. Selain menggelar Konvoi dan Orasi, juga disajikan hiburan dan pengundian dorprize, kegiatan tersebut di gagas oleh Forum Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Kutim. Anggota DPRD asal daerah Pemilihan I (Sangatta Utara) Basti Sangga Langi mengapresiasi langkah buruh dalam menyampaikan pendapatnya di muka umum […]

  • LIB: Liga 1 Resmi Dilanjutkan Mulai 5 Desember 2022

    LIB: Liga 1 Resmi Dilanjutkan Mulai 5 Desember 2022

    • calendar_month Sabtu, 3 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/, Jakarta – PT Liga Indonesia Baru (LIB) menyatakan Liga 1 musim 2022-2023 resmi dilanjutkan mulai 5 Desember 2022 setelah mendapatkan rekomendasi dari kepolisian. “Ini kabar yang menggembirakan bagi kami dan semua klub Liga 1. Terima kasih kepada Mabes Polri, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian PUPR dan Kementerian Kesehatan atas perhatian dan kerja samanya selama […]

  • APBD Kutai Timur 2025 Disahkan Sebesar Rp11,151 Triliun

    APBD Kutai Timur 2025 Disahkan Sebesar Rp11,151 Triliun

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SANGATTA – Setelah melalui pembahasan yang panjang dan intensif, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur Tahun Anggaran (TA) 2025 resmi disahkan oleh DPRD Kutim dalam Rapat Paripurna ke-XXII, Selasa (26/11/2024) malam, di ruang Sidang Utama Gedung DPRD, Bukit Pelangi. Pengesahan ditandai dengan penandatanganan persetujuan bersama oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Ketua DPRD […]

  • KONI Kutim Berikan Dukungan Finansial untuk Atlet dan Pelatih Menuju PON XXI 2024

    KONI Kutim Berikan Dukungan Finansial untuk Atlet dan Pelatih Menuju PON XXI 2024

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SANGATTA – Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Kutai Timur (Kutim) menyerahkan secara simbolis uang saku untuk atlet, pelatih, dan ofisial teknik dari daerah tersebut pada Minggu (1/9) malam. Penyaluran uang saku tambahan ini dilakukan melalui transfer bank kepada masing-masing penerima. Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono, mengingatkan para atlet untuk menjaga sportifitas dan nama baik Kutai […]

expand_less