Selama Kemarau, Peternak Kutim Andalkan Fermentasi Pakan Sapi
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sangatta – Musim kemarau membuat ketersediaan pakan hijauan bagi ternak sapi menjadi salah satu perhatian peternak di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, peternak memanfaatkan rumput yang tersedia dan mengolahnya melalui proses fermentasi agar dapat disimpan dan digunakan dalam beberapa hari.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Peternakan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Drh Cut Meutia, mengatakan peternak selama ini memanfaatkan pakan alternatif yang tersedia di sekitar lingkungan mereka.
“Kalau pakan alternatif mereka ngambil langsung dari rumput, rumput liar. Kalau misalnya pas lagi musim sekarang ini musim kemarau, mereka melakukan fermentasi,” kata Cut Meutia.
Menurutnya, fermentasi menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan peternak ketika rumput segar sulit diperoleh. Rumput yang telah difermentasi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak selama beberapa hari.
“Kalau fermentasi itu kan bisa untuk berhari-hari apabila rumput yang dibutuhkan tidak ada. Jadi mereka bisa memanfaatkan rumput yang ada di situ,” jelasnya.
Cut Meutia menyebut kondisi pakan untuk ternak sapi saat ini masih dapat dikendalikan. Berbeda dengan pakan unggas yang menurutnya lebih dipengaruhi oleh perubahan harga bahan pakan.
Selain persoalan pakan, DTPHP Kutim juga terus menjalankan program kesehatan dan pengembangan populasi ternak. Salah satunya melalui program Si Komandan atau Komunitas Andalan Negeri yang mencakup inseminasi buatan (IB), pemeriksaan kebuntingan serta pelaporan kelahiran.
“terus setiap IB itu mereka harus laporkan ke identik atau ke pusat,” terangnya
Program tersebut diarahkan untuk membantu meningkatkan populasi sapi di Kutai Timur sekaligus menjaga keberlanjutan peternakan sapi di daerah.
“jadi dengan adanya program si komandan itu bisa memungkinkan untuk meningkatkan populasi yang ada di Kabupaten Kutai Timur,” Pungkasnya (ADV/*)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


