Kampung Iklim Diperluas ke berbagai desa
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
- print Cetak

Foto : Kabid Penataan DLH Kutim Nurrahmi asmalia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kutai Timur (Kutim) berencana memperluas kampung iklim (ProKlim) ke berbagai desa. Setelah Kampung iklim di Desa Kabo Jaya, yang telah diresmikan beberapa tahun lalu oleg Gubernur kaltim saat itu dianggap cukup berhasil.
Program ini sendiri akan dikerjakan kolaborasi dengan instansi terkait, termasuk Badan penanggulangan Bencana daerah (BPBD) dan beberapa dinas lainnya. BPBD misalnya, dlibatkan dilibatkan di Kampung Iklim seba di sana nanti akan ada organisasi peduli api, yang akan menjadi binaan BPBD, dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Demikian dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kutim Aji Wijaya Efendi, didampingi Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kutim, Nurrahmi Asmalia. Ia mengatakan Prolim yang kini menjadi Program nasional ini mencakup upaya mitigasi, adaptasi, hingga pengendalian perubahan iklim.
Kegiatan di dalamnya meliputi pengelolaan sampah, urban farming, konservasi air, penataan ruang hijau, dan pelatihan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat.
Diakui, program ini bagus, hanya saja dibutuhkan konsistensi. Sebab biasanya berjalan baik pada awalnya, tetapi melemah karena tidak adanya keberlanjutan struktur pelaksana atau perubahan kepemimpinan.
Program seriang awalnya berjalan baik, tapi akibat pergantian pejabat ini membuat program terputus. Karena itu kami membangun pola pendampingan yang berkelanjutan atau terus-menerus, jelasnya.
Disebutkan, ProKlim sebagai program yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Dengan adanya penguatan kapasitas dan edukasi, masyarakat diharapkan mampu memperbaiki pola hidup, memperkuat ketahanan lingkungan, dan mengurangi risiko bencana dalam jangka panjang.
Program Kampung Iklim bukan sekadar program simbolis, tapi harus berkelanjutan. Kita berharap menjadi budaya yang benar-benar hidup di masyarakat, harapnya. (ADV)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


