Breaking News
light_mode
Beranda » TNI/ POLRI » Polres Kutim Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

Polres Kutim Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kutai Timur – Polres Kutai Timur (Kutim) memastikan akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan menyusul adanya kasus keracunan massal di beberapa daerah lain yang diduga berasal dari konsumsi makanan program tersebut.

Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, mengatakan pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari dapur pengolahan hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

“Polres Kutim siap membantu mengawasi jalannya program MBG agar benar-benar berjalan sesuai prosedur. Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan makanan yang sehat dan terjamin mutunya,” ujar Kapolres.

Polres Kutim akan menurunkan personel ke lapangan, baik di titik-titik dapur pengolahan maupun sepanjang jalur distribusi. Kehadiran polisi diharapkan mampu memastikan proses berjalan lancar dan sesuai ketentuan.

Lebih lanjut, perwira lulusan Akpol 2005 itu menegaskan bahwa hingga kini belum ada kasus keracunan makanan di Kutim. Namun langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini.

“Kita lakukan pencegahan dari sekarang agar tidak terjadi seperti kasus yang ada di beberapa wilayah di Indonesia,” tegasnya.

Selain pengawasan langsung, Polres Kutim juga akan memperkuat koordinasi dengan sekolah-sekolah penerima manfaat MBG. Guru maupun komite sekolah diimbau segera melaporkan jika menemukan kendala atau dugaan pelanggaran dalam pengolahan dan distribusi makanan.

Upaya pengawasan ketat ini dilakukan untuk menghindari potensi masalah yang bisa mengganggu pelaksanaan program. Polres Kutim menekankan pentingnya sinergi antarinstansi, khususnya dengan Dinas Kesehatan dan pihak terkait lainnya.

Melalui pengawasan yang intensif, Polres Kutim berharap program MBG berjalan sukses, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan gizi pelajar di daerah.(Ciaa/*)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD Kutim Buka Peluang Pinjaman Daerah hingga Rp2,5 Triliun

    Ketua DPRD Kutim Buka Peluang Pinjaman Daerah hingga Rp2,5 Triliun

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, mengungkapkan adanya peluang bagi pemerintah daerah untuk melakukan pinjaman ke pemerintah pusat sebagai upaya memperkuat pembiayaan pembangunan daerah. Wacana tersebut muncul seiring menurunnya Dana Bagi Hasil (DBH) yang berdampak pada kemampuan fiskal daerah. “Pemerintah pusat saat ini membuka peluang bagi daerah untuk melakukan pinjaman langsung ke pusat,” […]

  • Kasus Serangan Buaya Naik, Polisi Minta Warga Bengalon Jauhi Sungai Sementara

    Kasus Serangan Buaya Naik, Polisi Minta Warga Bengalon Jauhi Sungai Sementara

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/,KUTIM — Meningkatnya laporan kemunculan dan serangan buaya di wilayah Sungai Bengalon mendorong aparat kepolisian untuk mengeluarkan imbauan serius kepada masyarakat. Warga diminta mengurangi bahkan menghentikan sementara aktivitas di sekitar sungai demi menghindari risiko yang membahayakan keselamatan. Kapolres Kutai Timur (Kutim) AKBP Fauzan Arianto menyampaikan imbauan tersebut pada Jumat (3/4/2026). Ia menegaskan bahwa langkah ini […]

  • Teluk Pandan Siap Dukung Swasembada Pangan, Tengkulak Jadi Kendala Petani

    Teluk Pandan Siap Dukung Swasembada Pangan, Tengkulak Jadi Kendala Petani

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    SANGATTA.  Masyarakat Kecamatan Teluk Pandan siap mendukun swasembada pangan terutama hortikultura yang menjadi potensi daerah mereka. Dimana beberapa tanaman yang cocok ditaman masyarakat di  sana cukup berhasil seperti semangka, melon dan sayuran lainnya. Namun yang jadi kendalan itu tengkulak, yang biasa menekan harga serendah mungkin sehingga belum dapat dinikmati masyarakat dengan maksimal. “Jadi kendala pemasaran  […]

  • Konsentrat Nanas Tanpa Pengawet, Inovasi Sehat dari Kutai Timur

    Konsentrat Nanas Tanpa Pengawet, Inovasi Sehat dari Kutai Timur

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur-Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kembali melahirkan inovasi di bidang pertanian. Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP), kini hadir produk konsentrat nanas murni tanpa bahan pengawet yang dikembangkan langsung dari hasil panen Nanas Himba Kutim di Desa Himba Lestari, Kecamatan Batu Ampar. Kepala Bidang Hortikultura DTPHP Kutim, Wahyudi Noor, menjelaskan produk ini merupakan […]

  • Kecamatan Sandaran Sangat Tertinggal Pembangunanya Sulaeman : Harus Proyek Tahun Jamak Fokus di Sana

    Kecamatan Sandaran Sangat Tertinggal Pembangunanya Sulaeman : Harus Proyek Tahun Jamak Fokus di Sana

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Kecamatan Sandaran merupakan salah satu kecamatan di Kutai Timur, yang cukup jauh, bahkan untuk menuju ke sana, harus menggunakan transportasi laut. Mungkin karena jauhnya sehingga pembangunan di sana juga tertinggal. Untuk mengejar ketertinggal pembangunan tersebut, anggota DPRD Kutai Timur Akgmad Sulaiman, dalam pembahasan proyek tahun jamak yang akan dikerjakan dalam empat tahun […]

  • Kidang Kritik Ketidakadilan Pusat: Kutim Penghasil SDA, Tapi Jalan Tetap Rusak

    Kidang Kritik Ketidakadilan Pusat: Kutim Penghasil SDA, Tapi Jalan Tetap Rusak

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Kidang, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambatnya pembangunan infrastruktur di Kalimantan, khususnya Kutim, meski daerah tersebut menjadi salah satu penyumbang terbesar sumber daya alam nasional. Ia menilai ketimpangan pembangunan semakin terlihat ketika membandingkan kondisi jalan di Pulau Jawa dengan wilayah Kalimantan. Kidang menyampaikan bahwa pembangunan di Jawa terlihat jauh […]

expand_less