DTPHP Kutim Gandeng Perusahaan Atasi Kekeringan Lahan Pertanian
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sangatta — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berencana akan melibatkan perusahaan dan sejumlah pihak lainnya untuk mengatasi persoalan ketersediaan air bagi petani yang terdampak kekeringan.
Langkah tersebut dilakukan menyusul kondisi cuaca panas yang berlangsung berkepanjangan dan berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah kawasan pertanian.
Plt Kepala DTPHP Kutim, Purno Edy, mengatakan penanganan dampak El Nino tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. “persoalan ketersediaan air membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan keberlangsungan usaha pertanian,” Kata Purno Edy
Karena itu, koordinasi penanganan dilakukan mulai dari tingkat desa hingga kecamatan. Penyuluh pertanian juga dilibatkan untuk mengetahui kondisi tanaman serta kebutuhan air di masing-masing lokasi.
“DTPHP juga berkomunikasi dengan perusahaan yang memiliki sumber air maupun sarana yang dapat dimanfaatkan untuk membantu petani,” terangnya
Disebutkannya, salah satunya melalui koordinasi dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC) di wilayah Bengalon. Perusahaan tersebut memiliki sumber air yang berada relatif dekat dengan kawasan pertanian sehingga berpotensi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air petani.
“Selain KPC, DTPHP juga melakukan koordinasi dengan PT Indominco untuk mendukung penanganan kekeringan di wilayah pertanian.” ungkapnya
Di sisi lain, sarana pompa yang dimiliki pemerintah terus dioptimalkan. Bantuan dari pemerintah pusat juga telah tersedia untuk mendukung penanganan, meski Purno menyebut proses pencairannya mengalami keterlambatan.
Menurut Purno, kebutuhan bahan bakar untuk mengoperasikan mesin pompa juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Karena itu, koordinasi dengan mitra perusahaan terus dilakukan agar sarana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal di lapangan.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama. Kita lakukan koordinasi dengan mitra-mitra, baik di tingkat desa, kecamatan maupun mitra perusahaan untuk sama-sama mengatasi ini,” kata Purno Edy. (Fhany/ADV/*)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


