Breaking News
light_mode
Beranda » Kalimantan Timur » Karhutla Capai 5 Hektare di Long Mesangat, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api

Karhutla Capai 5 Hektare di Long Mesangat, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api

  • account_circle Redaksi Kaltim12
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Muara Ancalong – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kali ini, kobaran api melanda lahan usaha II yang berada di perbatasan Desa Sumber Agung dan Desa Tanah Abang, Kecamatan Long Mesangat.

Upaya pemadaman dilakukan tim gabungan pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 18.30 WITA. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 4 hingga 5 hektare dan hingga laporan dibuat, petugas masih berjibaku melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas.

Kapolsek Muara Ancalong Iptu Erwan Tri Yunanto mengatakan, personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Unsur yang terlibat terdiri dari tiga personel Polri, satu personel Kasi Trantib bersama lima anggota, delapan personel Satpol PP serta sekitar 40 warga.

“Personel bersama unsur terkait dan masyarakat masih melakukan upaya pemadaman di lokasi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah api meluas ke area lainnya,” ujar Iptu Erwan Tri Yunanto.

Dalam proses pemadaman, tim juga menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya satu unit mobil BPBD, 10 unit gepyok api dan dua unit pompa gendong.

Menurutnya, kondisi di lapangan masih dalam penanganan. Petugas terus melakukan pemadaman dan pengendalian titik api agar kebakaran tidak semakin meluas.

“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, khususnya saat kondisi lahan dan vegetasi mudah terbakar. Jangan melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api,” tegasnya.

Kapolsek menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam membantu proses pemadaman menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla. Koordinasi antara aparat, pemerintah setempat, BPBD dan masyarakat terus dilakukan selama proses penanganan berlangsung.

Hingga Senin malam, proses pemadaman masih berlangsung dan luas lahan terdampak diperkirakan sekitar 4–5 hektare. (*)

  • Penulis: Redaksi Kaltim12

Rekomendasi Untuk Anda

  • Temukan Data ‘Error’, Bupati Kutim Instruksikan Verifikasi Ulang Angka Putus Sekolah

    Temukan Data ‘Error’, Bupati Kutim Instruksikan Verifikasi Ulang Angka Putus Sekolah

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, memberikan sorotan tajam terkait akurasi data kependudukan, khususnya menyangkut angka anak putus sekolah di wilayahnya. Dalam arahannya baru-baru ini, Bupati meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Dinas Pendidikan (Disdik) untuk segera melakukan verifikasi ulang data di lapangan secara menyeluruh. Instruksi tegas ini keluar setelah […]

  • Daya Terbatas, DPRD Kutim Minta Pemerintah Tambah Mesin Genset untuk 4 Desa di Telen

    Daya Terbatas, DPRD Kutim Minta Pemerintah Tambah Mesin Genset untuk 4 Desa di Telen

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Aidil Fitri, menyoroti mendesaknya kebutuhan penambahan kapasitas mesin pembangkit listrik di Kecamatan Telen. Meskipun saat ini aliran listrik PLN telah masuk dan menyala 24 jam di delapan desa se-Kecamatan Telen, kapasitas daya di empat desa tertentu dilaporkan sudah mencapai batas maksimal atau overload. […]

  • Fraksi Demokrat Kutim ‘Kunci’ Pengawasan 19 Proyek MYC Rp 1,08 T

    Fraksi Demokrat Kutim ‘Kunci’ Pengawasan 19 Proyek MYC Rp 1,08 T

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyatakan dukungan penuh terhadap kesepakatan pelaksanaan kegiatan Tahun Jamak (Multi Years Contract – MYC) senilai Rp 1,08 Triliun. Dukungan ini dibarengi dengan komitmen kuat untuk mengawal 19 proyek strategis tersebut agar tuntas tepat waktu dan berkualitas. Komitmen ini disampaikan Ketua Fraksi Partai Demokrat Kutim, […]

  • Wakil Bupati Kutim Janji Kawal 12 Poin Tuntutan Buruh hingga ke Pusat

    Wakil Bupati Kutim Janji Kawal 12 Poin Tuntutan Buruh hingga ke Pusat

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    Sangatta – Puluhan buruh yang tergabung dalam Federasi Persatuan Buruh Militan Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (FPBM-KASBI) bersama GMNI Kutim menyampaikan penolakan terhadap konsep fleksibilitas ketenagakerjaan dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan. Aspirasi tersebut disampaikan melalui aksi di Kantor Bupati Kutim, Kamis (10/9/2026). Massa menilai penerapan fleksibilitas secara berlebihan dapat mengurangi kepastian hubungan […]

  • Eks Tambang Jadi Ikon Wisata: Desa Swarga Bara Kembangkan Telaga Batu Arang

    Eks Tambang Jadi Ikon Wisata: Desa Swarga Bara Kembangkan Telaga Batu Arang

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Desa Swarga Bara, Kutai Timur, tengah serius mempersiapkan pengembangan Telaga Batu Arang, sebuah kawasan bekas tambang yang kini bertransformasi menjadi danau memukau dengan panorama eksotis. Pemerintah desa meyakini, potensi unik ini dapat diangkat sebagai ikon wisata baru yang mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat lokal. Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin […]

  • Atasi Konflik Lahan dengan Warga, Pemkab Dorong Perusahaan Lakukan Enclave

    Atasi Konflik Lahan dengan Warga, Pemkab Dorong Perusahaan Lakukan Enclave

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    SANGATTA. Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mengakui jika ada konfilk antara masyarakat dan pihak kehutanan terutama perusahan karena ketidak tahuan masyarakat. Terutama terkait dengan lahan hutan industry. Sebab, mungkin lahan hutan itu dibuat ’diatas meja ‘ tidak dilakukan verifikasi lapangan sehingga tidak tau jika di lokasi itu sudah ada masyarakat yang bermukim, berkebun. “jadi […]

expand_less