Sholat Istisqa di Kutim, Mahyunadi Ingatkan Manusia Tetap Makhluk yang Lemah
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
- print Cetak

foto : Wakil Bupati Kutim Mahyunadi Saat Memberikan Sambutan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama masyarakat menggelar Sholat Istisqa di Lapangan Kantor Bupati Kutim, Rabu (9/9/2026) pagi. Pelaksanaan Sholat meminta hujan tersebut menjadi ikhtiar bersama di tengah potensi kemarau panjang yang masih mengancam wilayah Kutim.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi dalam arahannya sebelum Sholat Istisqa mengingatkan bahwa manusia, dengan segala kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, kekuasaan, dan kemampuan yang dimiliki, tetap merupakan makhluk yang lemah di hadapan Allah SWT.
Menurut Mahyunadi, Sholat Istisqa bukan sekadar kegiatan untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi momentum bagi manusia untuk menyadari keterbatasannya serta menunjukkan kerendahan hati kepada Sang Pencipta.
“Kita berkumpul bukan hanya sekadar Sholat, bukan hanya mengadakan Sholat Istisqa, tetapi juga untuk menunjukkan kerendahan hati kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar Mahyunadi.
Ia mengatakan, manusia memang mampu melakukan berbagai upaya untuk menghadapi dampak kemarau. Berbagai infrastruktur seperti bendungan, sumur, hingga jaringan air dapat dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan, perkembangan teknologi memungkinkan manusia melakukan prediksi terhadap kondisi cuaca.
Namun, menurutnya, seluruh kemampuan tersebut tetap memiliki batas. Manusia tidak memiliki kuasa untuk menentukan kapan hujan harus turun.
“Kita bisa membuat berbagai macam bangunan, bisa membuat bendungan, menggali sumur, membangun jaringan air, bahkan manusia sekarang bisa memprediksi cuaca, tetapi kita tidak mampu memerintahkan satu tetes hujan pun turun dari langit,” katanya.
Mahyunadi menegaskan, turunnya hujan merupakan kehendak Allah SWT. Karena itu, selain melakukan berbagai upaya secara teknis, manusia juga perlu mendekatkan diri dan memohon pertolongan kepada-Nya.
Pelaksanaan Sholat Istisqa tersebut juga dilakukan meski dalam beberapa hari terakhir hujan gerimis sempat turun di sejumlah wilayah Kutim. Mahyunadi menilai hujan tersebut belum menunjukkan bahwa musim penghujan telah benar-benar tiba.
Ia mengingatkan bahwa Kutim sebelumnya pernah mengalami kemarau panjang. Berdasarkan pengalaman tersebut, pemerintah memilih untuk melakukan ikhtiar melalui Sholat Istisqa agar masyarakat tidak hanya mengandalkan kemampuan manusia dalam menghadapi kondisi alam.
“Kalau tidak turun hujan pula, kita Istisqa lagi meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala supaya hujannya diturunkan,” tuturnya. (Fhany/ADV/*)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


