Audensi Dengan GBN-MI, Mahyunadi Dorong 300 Kader Bela Negara Aktif di Tengah Masyarakat
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Senin, 21 Sep 2026
- print Cetak

Foto Mahyunadi saat menerima audiensi Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI) DPP Kaltim dan DPK Kutim di Ruang Arau, Kantor Bupati Kutim, Senin (21/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan pembinaan sekaligus persiapan pelaksanaan PKBN.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sangatta – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mendorong pembinaan kesadaran bela negara tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dilanjutkan melalui peran kader di tengah masyarakat. Rencana tersebut disiapkan melalui Pelatihan Kader Bela Negara (PKBN) yang ditargetkan melibatkan sekitar 300 peserta pada Desember mendatang.
Hal itu disampaikan Mahyunadi usai menerima audiensi Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI) DPP Kaltim dan DPK Kutim di Ruang Arau, Kantor Bupati Kutim, Senin (21/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan pembinaan sekaligus persiapan pelaksanaan PKBN.
Mahyunadi mengatakan, kegiatan serupa sebelumnya pernah dilaksanakan di Kutim. Berdasarkan pemantauan terhadap peserta yang telah mengikuti pengkaderan, sebagian dinilai mampu meneruskan nilai-nilai kebangsaan melalui aktivitas di lingkungan masing-masing.
“Dulu pernah ada, setelah sekian lama ternyata hasilnya cukup bagus. Kita pantau kader-kader yang telah ikut pengkaderan Pelatihan Bela Negara yang lalu, di masyarakat dia bergerak dengan baik untuk membawa masyarakat mengetahui dan cinta kepada bangsa dan negara,” ujar Mahyunadi.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi alasan untuk memperluas jumlah peserta. Ia menilai semakin banyak kader yang terbentuk, semakin luas pula jangkauan edukasi mengenai kehidupan bernegara, kecintaan terhadap tanah air, serta tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
“Karena itu saya berpikir bahwa kader-kader ini harus diperbanyak, harus diperbanyak turun ke masyarakat untuk dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana bernegara yang baik, mencintai tanah air yang baik,” katanya.
Untuk pelaksanaan mendatang, peserta dirancang berasal dari unsur aparatur dan masyarakat sipil. Rinciannya sekitar 50 ASN, 50 PPPK, dan 200 peserta dari kalangan masyarakat.
Keterlibatan 18 kecamatan di Kutim juga menjadi perhatian dalam proses perekrutan. Mahyunadi berharap sebanyak mungkin kecamatan dapat mengirimkan perwakilan agar pembinaan tidak terkonsentrasi di satu kawasan.
“Misalnya untuk kecamatan lima orang, mungkin ada 50 orang kecamatan. Bersyukur kalau bisa semua kecamatan dilibatkan untuk direkrut dilatih dalam bela negara ini,” jelasnya. (Fhany/ADV/*)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


