Bahas Kesiapan Bus Perintis, PUPR Kutim Tegaskan Penanganan Jalan Ratusan Kilometer Tak Bisa Instan
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Senin, 21 Sep 2026
- print Cetak

Foto : Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutai Timur, Akla
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sangatta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Perhubungan menggelar rapat koordinasi membahas rencana pengoperasian bus perintis dengan dua jalur, yakni Samarinda–Muara Ancalong dan Sangatta–Batu Ampar–Muara Bengkal–Muara Ancalong. Rapat ini turut melibatkan camat setempat dan Instansi terkait serta sejumlah perusahaan pemilik jalan hauling yang akan dilalui trayek bus tersebut.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutai Timur, Akla menjelaskan, dalam rapat tersebut pihaknya lebih banyak membahas kesiapan infrastruktur jalan yang akan dilalui jalur bus perintis. Ia menyebut sejumlah ruas menuju Muara Bengkal masih berstatus jalan tanpa status resmi karena berada dalam kawasan hutan, sehingga bukan termasuk jalan kabupaten, provinsi, maupun nasional.
”Ada yang masuk kawasan hutan, otomatis menjadi tidak menjadi jalan kabupaten, provinsi, ataupun nasional,” ujarnya usai rapat di Dishub Kutim,Senin (21/9/2026).
lebih lanjut Ia menambahkan, peningkatan jalan menuju Muara Bengkal terus dilakukan secara bertahap oleh Pemkab Kutai Timur mengingat panjang jalur yang mencapai ratusan kilometer.
”Kalau untuk 2027 harus bagus semua, rasanya kita belum siap. Cuma kita siapkan secara bertahap,” kata Akla.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kutai Timur, Poniso Suryo Renggono, menjelaskan rapat tersebut juga menghadirkan tiga perusahaan pemilik jalan hauling, yakni PT Husaini dan PHK (Permata Hijau Khatulistiwa) guna membahas kesiapan mereka memfasilitasi penggunaan sebagian jalan perusahaan untuk jalur bus perintis.
”Perusahaan juga mendukung, prinsipnya mendukung karena program pemerintah terkait dengan proses terminal fisik,” ujarnya.
Poniso menyebut usulan program bus perintis ini telah diajukan sejak tahun lalu, dan pada tahun ini pihaknya tengah melengkapi dokumen pendukung, termasuk persetujuan resmi dari masing-masing perusahaan.
Dijelaskannya setiap trayek nantinya akan dilayani oleh dua unit bus yang beroperasi bolak-balik. Rapat lanjutan juga akan digelar untuk memetakan secara rinci ruas jalan kabupaten, provinsi, dan jalan hauling yang akan dilalui trayek tersebut.
Poniso berharap program ini dapat membuka keterisolasian masyarakat di kawasan Muara Bengkal dan Muara Ancalong. “Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kunjungan wisata warga di sepanjang jalur yang dilalui, transportasi yang murah dan mudah.” pungkasnya (Fhany/ADV/*).
- Penulis: Redaksi Kaltim12


