Resmikan Terpadu Digital Kutim, Wabup Mahyunadi Tekankan Kualitas Layanan Offline Tetap Utama
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month 21 jam yang lalu
- print Cetak

Foto : Wakil Bupati Kutim Mahyunadi Saat Memberikan Sambutan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) resmi meluncurkan portal integrasi “Terpadu Digital Kutim” sekaligus membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Website Kecamatan dan Desa di Hotel Victoria, Sangatta, Rabu (2/9/2026). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat transformasi digital dan efisiensi pelayanan publik hingga ke tingkat desa.
Kegiatan bertema “Optimalisasi Website dan Pemanfaatan AI untuk Pelayanan Masyarakat” tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi. Acara ini juga ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama oleh delapan perangkat daerah dan satu kecamatan untuk mendukung penguatan sistem digital terpadu.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan bahwa hadirnya teknologi dan sistem digital harus memberikan dampak langsung pada kecepatan layanan kepada masyarakat, bukan sekadar menjadi formalitas.
“Website kita tidak boleh hanya menjadi etalase berita dan dokumentasi kegiatan, tetapi harus menjadi media pelayanan publik yang adaptif dan mudah diakses,” tegas Mahyunadi saat membuka acara.
Ia juga mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) tidak akan berguna tanpa diimbangi kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang humanis.
“Di balik layanan online, layanan offline tetap harus bagus. Semangat pelayanan itu tidak bisa digantikan oleh AI. Jangan sampai portal digital sudah diluncurkan, tetapi pelayanan kepada masyarakat justru tetap lambat,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Ronny Bonar Hamonangan Siburian, menjelaskan bahwa program transformasi ini ditargetkan menyasar 139 desa, dua kelurahan, dan 18 kecamatan di Kutim.
Untuk tahap ini, Bimtek diikuti oleh perwakilan dari 38 desa dan 14 kecamatan. Ronny menyebut pihaknya mengusulkan alokasi pada anggaran perubahan agar 60 desa sisanya bisa segera mendapatkan pelatihan serupa.
“Fokus kita adalah menjadikan website pemerintah sebagai pintu utama pelayanan publik dan komunikasi. Pemanfaatan AI diharapkan dapat mempercepat analisis data dan produktivitas aparatur,” ujar Ronny.
Selain Bimtek, Diskominfo Staper Kutim juga mulai mengintegrasikan berbagai aplikasi pelayanan dari sektor ketenagakerjaan, perkebunan, kependudukan, hingga UMKM ke dalam portal Terpadu Digital Kutim. Ke depan, portal ini juga akan dilengkapi dengan Learning Management System (LMS) sebagai sarana pelatihan mandiri berbasis daring (online) bagi aparatur dan masyarakat. (Fhany/ADV/*)
![]()
- Penulis: Redaksi Kaltim12


