Pengendalian Inflasi Jadi Prioritas, Pemkab dan DPRD Kutim Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Harga
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kaltim12.com,KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama DPRD Kutim terus memperkuat langkah pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi yang digelar secara virtual bersama pemerintah pusat, dengan fokus mengantisipasi potensi kenaikan harga sejumlah komoditas dalam beberapa pekan ke depan.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pemerintah daerah akan menindaklanjuti berbagai arahan yang disampaikan kementerian dan instansi terkait dalam rapat tersebut. Menurutnya, evaluasi rutin menjadi bagian penting untuk memastikan kondisi inflasi di daerah tetap terkendali.
“Kita sudah melihat paparan dari kementerian dan instansi terkait. Nanti pekan depan kita akan kembali mengikuti evaluasi untuk melihat perkembangan dan langkah lanjutan yang perlu dilakukan,” ujar Ardiansyah.
Selain memantau perkembangan harga, pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap penguatan ketahanan pangan masyarakat. Salah satu langkah yang didorong adalah pengembangan integrated farming atau pertanian terpadu yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Kita bersyukur masyarakat sudah mulai bergerak menjalankan integrated farming. Ini bukan hanya mendukung ketahanan pangan keluarga, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat,” katanya.
Ardiansyah meminta perangkat daerah terkait, seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, dan Disperindag, melakukan inventarisasi terhadap pelaksanaan program tersebut, khususnya di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Hasil pendataan itu diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Ketua DPRD Kutim Jimmy mengingatkan bahwa potensi inflasi masih perlu diantisipasi, terutama menjelang dimulainya kembali aktivitas sekolah yang diperkirakan akan meningkatkan konsumsi masyarakat.
“Minggu depan sekolah sudah mulai aktif kembali. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga beberapa komoditas, seperti minyak goreng, daging ayam, tomat, timun, hingga ikan,” ungkap Jimmy.
Ia juga menyoroti faktor cuaca yang berpotensi memengaruhi pasokan hasil tangkapan nelayan. Menurutnya, kondisi angin selatan dapat mengurangi aktivitas melaut sehingga pasokan ikan laut berkurang dan berdampak pada pergerakan harga di pasaran.
“Kalau hasil tangkapan ikan laut menurun karena cuaca, masyarakat kemungkinan akan beralih ke ikan air tawar. Pergeseran permintaan ini juga harus menjadi perhatian karena bisa memengaruhi inflasi,” jelasnya.
Pemkab dan DPRD Kutim sepakat bahwa pengendalian inflasi memerlukan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, instansi teknis, hingga masyarakat. Melalui pemantauan harga secara berkala, penguatan ketahanan pangan, dan koordinasi lintas sektor, stabilitas harga diharapkan tetap terjaga sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu.
![]()
- Penulis: Redaksi Kaltim12


