Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Dukung Arahan Presiden, Kodim 0909 Kutim Awasi Distribusi Makanan Bergizi di Kutim

Dukung Arahan Presiden, Kodim 0909 Kutim Awasi Distribusi Makanan Bergizi di Kutim

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kutai Timur – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas Presiden Joko Widodo mendapat dukungan penuh dari jajaran TNI. Di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kodim 0909/KTM mengambil peran strategis dalam mengawasi sekaligus mendampingi jalannya distribusi makanan bergizi agar tepat sasaran dan aman dikonsumsi masyarakat.

Komandan Kodim 0909/KTM, Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, menegaskan bahwa tanggung jawab menyukseskan program MBG tidak hanya berada di pundak TNI semata, melainkan juga seluruh pemangku kepentingan yang ada di daerah.

“Ini kan sudah menjadi program utama Presiden. Jadi semua stakeholder harus punya tanggung jawab untuk menyukseskan, bukan hanya TNI saja,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/10/2025).

Di Kutim, program MBG menyasar lebih dari 21.000 penerima manfaat, mulai dari pelajar sekolah dasar hingga ibu hamil dan menyusui. Sebanyak 42 titik dapur telah disiapkan untuk mendukung kelancaran distribusi, termasuk dapur baru di kawasan APT Pranoto yang baru saja diresmikan bulan lalu.

Menurut Letkol Ragil, pengawasan akan dilakukan secara masif, tidak hanya terfokus di Sangatta sebagai ibu kota kabupaten, tetapi juga merata hingga wilayah kecamatan lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga dan aman.

“Pemerintah daerah juga membentuk satgas percepatan pembangunan dapur MBG. Di tiap dapur ada tenaga profesional, mulai dari kepala dapur, tenaga gizi, hingga petugas kesehatan. Tugas Kodim adalah mendampingi dan mengawasi di lapangan,” jelasnya.

Seluruh jajaran Kodim, termasuk Koramil dan Babinsa, turut dilibatkan dalam pengawasan. Mereka mengawal proses mulai dari penyortiran bahan baku, pengolahan, hingga distribusi ke penerima manfaat.

Langkah ini sekaligus menjadi antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya kasus keracunan massal, sebagaimana sempat terjadi di beberapa daerah lain. Menurutnya, faktor keracunan bisa muncul dari bahan baku yang tidak layak, cara penyimpanan makanan yang kurang tepat, hingga aspek higienitas dapur.

“Contoh paling sederhana adalah telur. Kalau distribusinya memakan waktu lama, kualitasnya bisa menurun. Karena itu pengawasan harus ketat sejak tahap penyortiran bahan baku,” ungkap Ragil.

Ia juga menyoroti waktu antara proses memasak dan konsumsi yang cukup panjang. Makanan yang dimasak sejak dini hari baru akan disantap penerima sekitar pukul 09.00–10.00. Karena itu diperlukan teknik penyimpanan yang baik agar makanan tetap segar dan tidak cepat basi.

Selain itu, Kodim bersama tim dapur juga melakukan pendataan terhadap penerima manfaat untuk mengantisipasi kemungkinan alergi. Menu yang disajikan harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing penerima.

Ragil menekankan agar makanan program MBG segera dikonsumsi setelah disajikan, bukan dibawa pulang. “Makanan ini punya masa waktu. Harus habis jam 1 atau jam 2 siang. Kalau dibawa pulang, bisa basi dan itu berisiko menimbulkan keracunan,” jelasnya.

Dengan sistem pengawasan berlapis tersebut, Kodim Kutim optimistis program MBG dapat berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran. “Tujuan Presiden, tujuan pemerintah, dan tujuan negara adalah memastikan anak-anak kita serta masyarakat mendapat gizi yang layak. Itu tugas kita bersama,” pungkasnya.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RKAB Pertambangan Kembali Normal, Angin Segar bagi Pertumbuhan Ekonomi Kutai Timur

    RKAB Pertambangan Kembali Normal, Angin Segar bagi Pertumbuhan Ekonomi Kutai Timur

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    Sangatta – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) berharap, perubahan  Rencana Kerja Angaran Biaya (RKAB) pertambangan terutama  batu bara, yang kembali normal, akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kutai Timur.  Sebab, akibat RAKB dipangkas pemerintah pusat,  pertumbuhan ekonomi Kutim tahun lalu, hanya  naik 1,5 peren, mengingat Produk Domestik Regional  Bruto Kutim, sangat tergantung pada pertambangan batu bara.  “Saya […]

  • Kaliorang Jadi Sentra Utama Pisang Kepok Grecek Kutim

    Kaliorang Jadi Sentra Utama Pisang Kepok Grecek Kutim

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Kecamatan Kaliorang ditetapkan sebagai sentra utama pisang kepok grecek di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kabid Hortikultura DTPHP Kutim, Wahyudi Noor, menyebut daerah kecamatan Kaliorang ini memiliki hamparan lahan terluas dan produktivitas tertinggi dibandingkan wilayah lainnya. “Kaliorang menjadi pusat pengembangan karena lahannya luas dan petaninya aktif. Di sana ada sekitar 270 hektare dikelola […]

  • Petani Kutim Kini Gunakan Irigasi Pintar, Kontrol Air Hanya Lewat Smartphone

    Petani Kutim Kini Gunakan Irigasi Pintar, Kontrol Air Hanya Lewat Smartphone

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur-Inovasi baru dalam sektor pertanian mulai diterapkan oleh petani di Kutai Timur. Melalui bantuan Bank Indonesia, petani kini menggunakan alat irigasi berbasis internet yang dapat dikontrol langsung melalui smartphone. Kabid DTPHP Kutim, Wahyudi Nur, menjelaskan bahwa teknologi ini menjadi solusi efisien bagi petani hortikultura di tengah tantangan cuaca ekstrem. “Petani bisa mengatur kapan penyiraman […]

  • DLH Kutim Gencarkan Sosialisasi Jam Buang Sampah

    DLH Kutim Gencarkan Sosialisasi Jam Buang Sampah

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait waktu pembuangan sampah, Dinas Lingkungan Hidup Kutai Timur berencana melakukan sosialisasi melalui tempat-tempat ibadah. Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah, Dewi Dohi, mengatakan bahwa masih banyak warga yang belum memahami aturan waktu pembuangan sampah sebagaimana diatur dalam Perda, yaitu mulai pukul 18.00 hingga 06.00 pagi. “Sering kali […]

  • Kebakaran Hutan di Kaltim Masih Terkendali, Terutama Kutim

    Kebakaran Hutan di Kaltim Masih Terkendali, Terutama Kutim

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya masih dalam kondisi terkendali. Hal tersebut disampaikan usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Puncak Karhutla secara nasional yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Senin (7/9/2026). Rakor digelar secara daring melalui Zoom Meeting […]

  • Ekspresi Kritik Lewat Bendera, Jimmi: Demokrasi Itu Boleh, Tapi Jangan Lupakan NKRI

    Ekspresi Kritik Lewat Bendera, Jimmi: Demokrasi Itu Boleh, Tapi Jangan Lupakan NKRI

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUTAI TIMUR – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, fenomena pengibaran bendera One Piece yang identik dengan tokoh-tokoh bajak laut dalam serial anime asal Jepang menjadi sorotan publik. Simbol ini, bagi sebagian masyarakat, dinilai sebagai bentuk kritik terhadap ketimpangan sosial dan kebijakan pemerintah yang kontroversial. Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, angkat bicara menanggapi tren […]

expand_less