Wakil Bupati: PSR Momentum Benahi Tata Kelola Kebun Sawit Rakyat Kutai Timur
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sangatta – Yayasan Solidaritas Indonesia bersama Dinas Perkebunan Kutai Timur menggelar Lokakarya Penguatan Akses Petani Swadaya terhadap Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Kamis, (3/9/2026), di Hotel Royal Victoria, Sangatta.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Kutai Timur, H. Mahyunadi, dan diikuti perwakilan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Perkebunan Kutai Timur, Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GAPKI), perangkat daerah, perwakilan perusahaan perkebunan, serta pengurus 20 koperasi petani se-Kutai Timur dan satu koperasi dari Kabupaten Paser.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Solidaritas Indonesia, Anton Hidayat, menyampaikan bahwa lembaganya telah mendampingi petani sawit di Kalimantan Timur sejak 2019 dan aktif di Kutai Timur sejak 2024.
”Kami berharap bahwa tidak hanya sekedar berdiskusi, tetapi mungkin nanti juga kita menghasilkan satu kesepakatan bersama, memperkuat koordinasi, dan mendapatkan solusi yang terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Mahyunadi meminta Dinas Perkebunan terus memperkuat pendampingan dan pemetaan kebun rakyat yang membutuhkan peremajaan, termasuk dari sisi legalitas lahan, kelembagaan, dan kesiapan petani.
Ia juga mendorong penguatan kelembagaan petani agar lebih tertib, transparan, dan profesional, serta penguatan sinergi antara pemerintah, petani, Solidaritas, perusahaan, dan lembaga keuangan.
”Kolaborasi ini harus diarahkan pada peningkatan kapasitas petani, kemudahan akses terhadap program dan pembiayaan, serta penyelesaian berbagai kendala yang dihadapi di lapangan,” kata Mahyunadi.
Mahyunadi,menekankan bahwa setiap proses peremajaan harus memperhatikan prinsip keberlanjutan.
”Kita tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga harus menjaga keseimbangan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui praktik budidaya yang baik serta penggunaan benih yang berkualitas,”jelasnya.
Ia berharap program peremajaan ini menjadi momentum bagi petani untuk tidak hanya mengakses PSR, tetapi juga semakin siap mengelola perkebunan sebagai usaha yang produktif, efisien, mandiri, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Kutai Timur yang “Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing”.
Selain itu, Mahyunadi juga mengajak agar lokakarya ini tidak berhenti sebagai forum diskusi semata, melainkan menjadi titik awal lahirnya langkah-langkah nyata. Ia meminta seluruh pihak terus memberikan pendampingan dan membuka akses informasi seluas-luasnya kepada petani, serta mendorong petani untuk tidak ragu menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan agar solusi dapat dicari bersama.(Fhani/Adv/Kominfo)
![]()
- Penulis: Redaksi Kaltim12


