10 Ribu Masker Earloop dan 60 N95 Disalurkan, Dinkes Fokus Cegah Risiko Gangguan Pernapasan
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Sabtu, 7 Nov 2026
- print Cetak

Dok. Dinkes
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kaltim12.com,KUTIM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan 10 ribu masker earloop dan 60 masker N95 untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Perlengkapan tersebut didistribusikan untuk mendukung perlindungan petugas pemadam kebakaran serta masyarakat di sekitar lokasi terdampak.
Kepala Dinkes Kutim, dr. Yuwana Sei Kurniawati, mengatakan penyediaan masker menjadi salah satu langkah untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan warga. Terlebih, aktivitas pemadaman kebakaran membuat petugas berhadapan langsung dengan paparan asap.
Adapun masker yang disiapkan terdiri atas 200 boks earloop atau sebanyak 10.000 lembar, serta tiga boks masker N95 dengan total 60 lembar.
“Masker earloop 200 box (10.000 pieces) dan masker N95 3 box (60 pieces),” ungkap Yuwana, Sabtu (7/11/2026).
Penyaluran perlengkapan tersebut dilakukan ke lokasi kebakaran dan kantor pemadam kebakaran. Dengan ketersediaan masker, petugas maupun masyarakat diharapkan memiliki perlindungan tambahan ketika harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang terpapar asap.
Upaya tersebut juga diperkuat melalui pemantauan kualitas udara oleh Puskesmas Sangatta Utara pada Sabtu (7/11/2026) sore. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi udara berada dalam kategori sedang, baik di dalam maupun luar gedung.
Pengukuran di dalam gedung mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 46 mikrogram per meter kubik (µg/m³), sedangkan PM10 mencapai 116 µg/m³. Sementara itu, di luar gedung, PM2.5 tercatat 65 µg/m³ dan PM10 sebesar 148 µg/m³.
Meski masuk kategori sedang, masyarakat tetap diminta tidak mengabaikan langkah pencegahan. Warga yang beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel polutan.
Selain itu, aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak sebaiknya dibatasi. Masyarakat juga diimbau memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga daya tahan tubuh.
Perhatian lebih diberikan kepada kelompok rentan, meliputi anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta penderita penyakit pernapasan. Mereka disarankan mengurangi kegiatan di luar rumah agar tidak terlalu banyak terpapar asap.
Dinkes juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi lingkungan dan kesehatan selama kabut asap masih terjadi. Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.
Melalui pembagian masker dan penyampaian imbauan kesehatan tersebut, Dinkes Kutim berharap masyarakat lebih terlindungi dari dampak karhutla. Kewaspadaan bersama diperlukan agar kondisi udara yang belum sepenuhnya optimal tidak berkembang menjadi persoalan kesehatan yang lebih luas.(Adv/Kominfo)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


