Mahyunadi Dorong Kajian Pompa Air Tenaga Surya untuk Pertanian Kutim
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
- print Cetak

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sangatta — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mempertimbangkan pemanf4atan teknologi energi surya sebagai alternatif pengairan lahan pertanian untuk menghadapi potensi gangguan pasokan air saat kemarau.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan, ketersediaan air menjadi salah satu faktor utam4 yang menentukan keberhasilan sektor pertanian. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan sejumlah alternatif pengairan sebelum kondisi kekeringan berdampak terhadap lahan produktif.
Menurut Mahyunadi, perubahan cuaca membuat ketersediaan air semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut perlu diantisipasi, terutama apabila Kutim menghadapi kemarau panjang yang berpotensi diperparah fenomena El Nino.
Salah satu opsi yang dinilainya dapat dipertimbangkan adalah penggunaan pompa air bertenaga surya untuk membantu memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian.
Namun, Mahyunadi menegaskan penerapan teknologi tersebut harus melalui kajian yang matang, terutama terkait biaya dan manfaat yang dihasilkan.
“Perlu pengkajian, pompanisasi bertenaga surya bagus atau tidak, untung atau rugi, berapa biaya yang dikeluarkan dan berapa manfaatnya,” kata Mahyunadi.
Ia menjelaskan, kajian diperlukan untuk mengetahui sejauh mana teknologi tersebut mampu memenuhi kebutuhan petani. Selain itu, pemerintah juga perlu menghitung biaya pengadaan dan operasional, serta potensi manfaatnya dalam jangka panjang.
Mahyunadi menegaskan, setiap kebijakan yang menggunakan anggaran daerah harus memberikan manfaat yang jelas bagi masyarakat. Efisiensi menjadi pertimbangan penting agar belanja pemerintah tidak sekadar menghabiskan anggaran.
“Bagi saya, APBD itu kita gunakan secara lebih efisien lagi, tidak boleh berpesta-pesta,” ujarnya. (Fhany/ADV/*)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


