Mahyunadi Dorong Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran untuk Masyarakat
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA. Wakil Bupati Kutim (Kutim) Mahyunadi menyoroti antrian pengemudi untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mengular di Stasion pengisian bahan bakar umum (SPBU). Menurutnya, antrian terjadi di mana-mana, bahkan seluruh Indonesia. Ini terjadi karena BBM itu disubsidi. Kalau dicabut pasti semua normal saja.
Disebutkan, sebenarnya yang menikmati subsidi BBM itu adalah orang mampu. “Coba lihak, ada tidak orang naik sepeda, yang nimati BBM. Kan mereka yang antri itu yang punya kendaraan seperti mobil. Mana ada warga tidak mampu nikmati subsidi BBM,” kata mahyunadi kepada sejumlah awak media belum lama ini.
Dicontohkan BBM jenis solar. Pasokan katanya normal. Sekarang solar itu kemana. Kalau truk hanya gunakan untuk angkutan mereka, pasti cukup. Dia memastikan hal itu karena dia telah menanyakan pada sopir, kebutuhan solar harian. Ternyata, jika isi BBM pagi, ternyata bisa digunakan untuk satu setengah hari. Jadi ternyata pengisian tiap hari itu bukan karena kebutuhan.
Antrian itu karena adanya pengetap. Tapi kan tidak bisa diketahui siapa yang antri itu yang jadi pengetap. Karena tidak mungkin ditanya “kamu pengetap ya?” .
“ Jadi pengetap itu untuk siapa. Mungkin saja BBM itu larinya ke industri. Atau untuk kendaraan yang harusnya gunakan BBM industri. Jadi kalau larinya solar itu ke industri, yang nikmati subsidi itu industri, bukan rakyat kecil,” katanya.
“ karena itu, menurut saya, subsidi dicabut saja. Uangnya dibagi ke rakyat kecil,” katanya.
Namun agar BBM subsidi tidak disalahgunakan pengetap, penegak hukum silakan bertindak, tegakkan hukum. (Fhany/ADV/*)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


