Breaking News
light_mode
Beranda » Advertorial » Belajar dari Sumatra, Koperasi di Kutim Berpeluang Bangun Pabrik Sawit CPO

Belajar dari Sumatra, Koperasi di Kutim Berpeluang Bangun Pabrik Sawit CPO

  • account_circle Redaksi Kaltim12
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong koperasi daerah untuk mengambil langkah berani dengan membangun Pabrik Kelapa Sawit (PKS) secara mandiri. Langkah ini dinilai menjadi solusi strategis untuk mengakhiri ketergantungan petani sawit lokal terhadap perusahaan besar yang kerap mempermainkan harga Tandan Buah Segar (TBS).

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, mengungkapkan bahwa peluang tersebut sangat terbuka lebar. Pasalnya gagasan ini mengemuka setelah Dinas Koperasi Kutai Timur melakukan studi banding ke Pulau Sumatra beberapa waktu lalu. Di sana, sebuah koperasi terbukti berhasil mendirikan dan mengelola pabrik Crude Palm Oil (CPO) sendiri dengan menghimpun para petani sawit mandiri.

“Kepala Dinas Koperasi sudah melakukan studi banding ke Sumatra. Di sana ada koperasi yang murni memiliki pabrik CPO sendiri. Padahal, koperasi tersebut hanya menghimpun masyarakat dengan total luas lahan sekitar 1.400 hektare, tetapi mereka sudah mampu membangun pabrik,” ujar Mahyunadi belum lama ini

Lebih lanjut, Menurutnya, keberhasilan model pengelolaan di Sumatra menunjukkan bahwa kemandirian industri sawit berbasis masyarakat sangat mungkin diterapkan di Kutai Timur. Dengan memiliki pabrik sendiri, posisi tawar petani akan semakin kuat sehingga monopoli maupun permainan harga sepihak oleh pabrik swasta dapat dicegah.

Pasalnya menurut Mahyunadi selama ini, ketimpangan harga TBS masih menjadi keluhan utama para petani mandiri di Kutim. Walaupun pemerintah daerah telah menetapkan standar harga resmi, beberapa perusahaan perkebunan besar kerap mengabaikan acuan tersebut dengan beragam alasan teknis.

Kehadiran pabrik CPO milik koperasi diyakini dapat memutus rantai persoalan tersebut. Koperasi dapat bertindak sebagai wadah resmi yang menjamin penyerapan hasil panen warga secara adil.

“Jika koperasi punya pabrik CPO, permainan harga itu tidak akan terjadi lagi. Koperasi bisa menjadi jaminan dan langsung membuat perjanjian kerja sama terkait pembelian TBS dengan masyarakat. Artinya, masyarakat lokal mendapat andil langsung dalam rantai hilirisasi sawit,” pungkasnya (Fhany/ADV/*)

 

  • Penulis: Redaksi Kaltim12

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Kutim Siapkan 6.000 Rumah untuk Warga Berpenghasilan Rendah

    Pemkab Kutim Siapkan 6.000 Rumah untuk Warga Berpenghasilan Rendah

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus menunjukkan komitmennya dalam menjamin hak dasar masyarakat untuk memiliki tempat tinggal yang layak. Melalui program perumahan rakyat, Pemkab menargetkan pembangunan 1.000 unit rumah murah dan renovasi 5.000 rumah tidak layak huni secara bertahap hingga tahun 2029. Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa program tersebut […]

  • Pemkab Kutim Targetkan Semua Desa Teraliri Listrik

    Pemkab Kutim Targetkan Semua Desa Teraliri Listrik

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur-Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat upaya pemerataan listrik hingga ke desa-desa terpencil. Bupati Kutim, Ardiansyah, menegaskan komitmen kuatnya untuk memastikan seluruh masyarakat menikmati akses listrik yang memadai, sebagai bagian dari hak dasar setiap warga negara. “Hingga kini, sebanyak 128 dari total 140 desa telah menikmati jaringan listrik. Ini merupakan capaian positif, namun […]

  • Cegah COVID-19 – Masyarakat Kutim Gencar Dapatkan Booster

    Cegah COVID-19 – Masyarakat Kutim Gencar Dapatkan Booster

    • calendar_month Jumat, 18 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur gencar melaksanakan vaksinasi booster dosis 3 bagi masyarakat, sebagai upaya mencegah penularan lebih luas terhadap COVID-19, khususnya varian baru XBB. Terlebih kesadaran masyarakat terhadap pentingnya booster menjadikan antuasiasme yang berlipat. Kepala Dinas Kesehatan dr Bahrani Hasanal menerangkan sangking antusiasnya masyarakat, 3.000 dosis vaksin booster yang diberikan oleh Kementerian […]

  • Yan Soroti Pentingnya Pembangunan Infrastruktur di Kecamatan Telen

    Yan Soroti Pentingnya Pembangunan Infrastruktur di Kecamatan Telen

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Sangatta – Anggota DPRD Kutai Timur, Yan, menilai kondisi infrastruktur di Kecamatan Telen masih jauh dari memadai, terutama jalan penghubung antar desa. Ia menyebut ada enam desa di seberang, seperti Long Noran, Long Segar, Long Melah, Kernyanyan, Rantau Panjang, dan Marah Haloq, yang membutuhkan perhatian serius. “Pembangunan jalan sangat penting untuk mereka agar aktivitas masyarakat […]

  • Pertanian Jadi Leading Sektor, Pemkab Kutim Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal

    Pertanian Jadi Leading Sektor, Pemkab Kutim Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmen menjadikan pertanian sebagai leading sektor pembangunan jangka panjang. Tidak hanya berfokus pada produksi bahan mentah, Pemkab Kutim kini mendorong hilirisasi berbagai komoditas lokal agar nilai tambahnya meningkat dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Kepala Bidang Hortikultura, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) […]

  • Terganjal Kawasan TNK dan Hutan Lindung, Camat Teluk Pandan Akui Kesulitan Maksimalkan Potensi SDA

    Terganjal Kawasan TNK dan Hutan Lindung, Camat Teluk Pandan Akui Kesulitan Maksimalkan Potensi SDA

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    Sangatta – Camat Teluk Pandan Anwar S,Pd mengakui potensi Kecamatan yang dipimpinnya cukup bagus. Sebab di sana ada potensi pertanian, perkebunan, perikanan pariwisata dan lain lain. Hanya saja,  kecamatan Teluk Pandan  dengan luas 28,160 hektar itu,  sebagian masuk Hutan Lindung dan Taman Nasional Kutai (TNK). “Potensi Teluk Pandan itu cukup besar. Sebab di sana ada […]

expand_less