Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Pilihan » Reses Perdana Anggota DPRD Kutim, Momentum Serap Aspirasi Masyarakat

Reses Perdana Anggota DPRD Kutim, Momentum Serap Aspirasi Masyarakat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SANGATTA – Sebanyak 40 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur menggelar reses perdana untuk masa jabatan 2024-2029. Kegiatan ini berlangsung di berbagai daerah pemilihan (dapil) dengan tujuan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kutim, Juliansyah, S.Hut, menyampaikan reses merupakan agenda penting bagi setiap anggota dewan. “Reses ini adalah salah satu kewajiban anggota DPRD untuk kembali ke daerah pemilihannya, bertemu dengan masyarakat, mendengar langsung keluhan, masukan, dan aspirasi yang ada,” ujar Rasyid saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurut pria yang akrab disapa Juli, kegiatan reses ini juga menjadi sarana evaluasi pemerintah daerah dalam menyikapi kebutuhan masyarakat di berbagai sektor, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. “Apa yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan utama dalam perumusan program dan kebijakan pemerintah, tentunya melalui mekanisme DPRD,” tambahnya.

Reses perdana ini mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat, terutama karena banyaknya isu strategis yang sedang dibahas, seperti pembangunan infrastruktur jalan, layanan kesehatan yang merata, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan hasil reses akan dituangkan dalam laporan resmi dan disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kutim. “Setiap aspirasi yang diterima oleh anggota dewan akan disusun dalam laporan reses, kemudian dibahas bersama eksekutif agar bisa ditindaklanjuti dalam perencanaan pembangunan daerah,” jelasnya.

Dengan reses perdana ini, DPRD Kutim berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. “Kami mendorong semua anggota dewan untuk memanfaatkan reses sebagai momentum mendekatkan diri dengan konstituen dan memastikan aspirasi mereka terakomodasi dalam kebijakan pembangunan,” tutup Sekwan (adv)

Loading

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Dorong Desa Rindang Benua Jadi Desa Budaya Di Kutim

    Bupati Dorong Desa Rindang Benua Jadi Desa Budaya Di Kutim

    • calendar_month Sabtu, 27 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah  Sulaiman mengapresiasi masyarakat suku Dayak Kenyah, karena tetap menjaga dan melestarikan adat budaya warisan leluhur. Hal tersebut di Sampaikan Ardiansyah Sulaiman menghadiri festival budaya  danPesta Budaya Bertajuk Bengen Lepek Majeu di Desa Rindang Benua yang digelar di Jalan Poros Sangatta-Bontang Kilometer 10, Kecamatan Sangatta Selatan pada Sabtu (27/5/2023). Kegiatan tersebut […]

  • Kaliorang Jadi Sentra Utama Pisang Kepok Grecek Kutim

    Kaliorang Jadi Sentra Utama Pisang Kepok Grecek Kutim

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Kecamatan Kaliorang ditetapkan sebagai sentra utama pisang kepok grecek di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kabid Hortikultura DTPHP Kutim, Wahyudi Noor, menyebut daerah kecamatan Kaliorang ini memiliki hamparan lahan terluas dan produktivitas tertinggi dibandingkan wilayah lainnya. “Kaliorang menjadi pusat pengembangan karena lahannya luas dan petaninya aktif. Di sana ada sekitar 270 hektare dikelola […]

  • Disbun Kutim Dorong Percepatan ISPO, Lindungi Harga TBS Petani Swadaya

    Disbun Kutim Dorong Percepatan ISPO, Lindungi Harga TBS Petani Swadaya

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Timur (Disbun Kutim) terus menggenjot sosialisasi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi pekebun swadaya. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi pemberlakuan wajib (mandatori) ISPO pada tahun 2029, sekaligus melindungi petani dari anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS). Penelaah Teknik Kebijakan Disbun Kutim, Nurul Aliah, menjelaskan bahwa pasar kelapa […]

  • Anggota DPRD Kutim, Akbar Tanjung(Ciaa/Kaltim12)

    Akbar Ajak Pemuda Kutim Berkolaborasi Wujudkan Pertanian Modern

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Akbar Tanjung, mengajak generasi muda di seluruh kecamatan dan desa untuk bersemangat terlibat dalam pembangunan sektor pertanian modern. Menurutnya, keberhasilan mewujudkan pertanian yang tangguh dan berdaya saing tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kolaborasi nyata masyarakat, khususnya pemuda sebagai motor penggerak pembangunan daerah. Akbar menegaskan, […]

  • Tak Ada SMA di Desa, Pelajar Sangkima Harus Menempuh 20 KM ke Kota Sangatta

    Tak Ada SMA di Desa, Pelajar Sangkima Harus Menempuh 20 KM ke Kota Sangatta

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ​www.kaltim12.com/,KUTIM – Impian anak-anak Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, untuk mengenyam pendidikan menengah atas harus dibayar mahal dengan perjuangan fisik dan materi. Ketiadaan bangunan SMA di desa mereka memaksa para siswa menempuh perjalanan hingga puluhan kilometer menuju pusat Kota Sangatta setiap harinya. ​Kepala Desa Sangkima, Muhammad Alwi, mengungkapkan bahwa jarak tempuh dari pusat desa ke […]

  • Kelola Anggaran Besar, Bupati Kutim Minta Ketua RT “Jemput Bola” Sisir Anak Putus Sekolah

    Kelola Anggaran Besar, Bupati Kutim Minta Ketua RT “Jemput Bola” Sisir Anak Putus Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menegaskan peran vital Ketua Rukun Tetangga (RT) sebagai ujung tombak pemerintah dalam mengentaskan masalah sosial. Dengan adanya alokasi anggaran program pembangunan berbasis RT yang cukup besar, Bupati meminta para Ketua RT tidak pasif, melainkan aktif menyisir warga yang mengalami masalah ekonomi hingga anak putus sekolah. Ardiansyah […]

expand_less